Para Ikatan Istri Ini Turun Langsung Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Sekolah

IIP Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkerjasama dengan Yayasan Pendidikan IKAL BULOG

Para Ikatan Istri Ini Turun Langsung Lakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Sekolah
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Ketua IIP BUMN Provinsi Sumut, Lenny Anfina Pane (kiri) memberi plakat kepada Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sumut, Kombes Pol Drs. Bambang Setiawan (kanan) di Yayasan Pendidikan Ikal Bulog Sumut, Jalan Jongkong No 23, Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ikatan Istri Pimpinan (IIP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berkerjasama dengan Yayasan Pendidikan IKAL BULOG dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut mengadakan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba di lingkungan sekolah, Senin (12/11/2018).

Ketua IIP BUMN Provinsi Sumut, Lenny Anfina Pane mengatakan acara ini bertujuan agar anak-anak yang masih dalam proses belajar mengenal lebih jauh tentang narkoba dan bahaya narkoba.

"Dengan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba ini, anak-anak bisa membentengi diri dan dapat berbagi ilmu kepada teman-temannya yang lain tentang bahaya narkoba," ujar Lenny di Yayasan Pendidikan Ikal Bulog Sumut, Jalan Jongkong No 23, Medan.

Ia menjelaskan adapun latar belakang dibuat program sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba ini karena mengingat banyaknya masyarakat yang sudah tercemar dengan narkoba.

"Sasaran kita, anak-anak dari sekolah Yayasan Pendidikan Ikal Bulog Sumut. Sosialisasi ini diikuti oleh lebih kurang 160 siswa, 15 guru, dan 60 orang pengurus serta anggota IIP BUMN Sumut," ucap Lenny.

Ia menambahkan melalui kegiatan ini, anak-anak bisa melindungi dirinya dari bahaya narkoba. Anak-anak dapat belajar dengan baik dan menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Anak-anak dapat meraih cita-cita sesuai dengan yang diinginkan, ada yang ingin jadi jaksa, dokter, ustadz dan lain-lain.

"Semoga kita semua dapat menjaga anak-anak dengan penuh kasih sayang sehingga anak-anak itu dekat dengan orangtua. Ketika anak-anak ada masalah, mereka bisa bercerita kepada kita, orangtuanya," ungkap Lenny.

Dari pantauan Tribun Medan, tampak anak-anak sangat antusias mendengarkan sosialisasi bahaya narkoba yang diberikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sumut, Kombes Pol Drs. Bambang Setiawan.

"Ciri-ciri penguna narkoba itu ada perubahan perilaku yaitu suka melawan, suka bohong dan nyolong (mencuri). Apabila ada keluarga, teman yang kecanduan narkoba, bawa saja ke BNN atau rumah sakit. Dibawa ke BNN itu tidak akan ditangkap tapi akan diobati secara gratis," ujar Bambang.

Ia mengatakan orangtua yang tahu anaknya menggunakan narkoba tapi malah ditutup-tutupi justru bisa ditangkap dan dihukum selama enam bulan penjara.

"Ma­syarakat dapat turut mem­­bantu pencegahan pere­daran narkoba yakni dengan me­­laporkan kepada pihak ber­­wajib jika mengetahui pere­daran narkoba. Mela­kukan rehabilitasi jika me­miliki keluarga yang menjadi pecandu ataupun bisa datang ke kantor BNN untuk dibantu pemulihannya," ucap Bambang.

Para peserta penyuluhan diharapkan dapat lebih me­mahami bahaya narkoba dan menyosialisasikan pen­cegahannya kepada keluarga dan lingkungan di sekitar.

"Saya merasa senang bisa mengikuti sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba ini. Saya jadi mengetahui cara menghindari narkoba, jenis narkoba, dan akibat dari kecanduan narkoba. Narkoba No, Prestasi Yes," kata Siswa SMP Yayasan Pendidikan Ikal Bulog Sumut, Aco.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved