Liputan Eksklusif

Warga Kecewa Dana PKH Dipotong Sepihak: 'Pak Jokowi Ada yang Sunat Uang Bansos'

"Saya sempat prasangka buruk sama agen BRILink yang bilang saldo dalam KKS saya cuma Rp 266 ribu," kata Sari.

Editor: Liston Damanik
Tribun Medan
Bantuan untuk masyarakat miskin hilang selama dua periode. 

Ditanya apakah dia mengetahui dana tersebut ditransfer ke rekening siapa, Roslina mengangkat bahu.

"Saya enggak ingat lagi," katanya.

BNPT merupakan dana bantuan yang diberikan pemerintah melalui transfer digital ke rekening KPM, masing-masing menerima Rp 110 ribu per-bulan. Biasanya disebut kartu Combo alias gabungan dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Adapun pemberian BPNT kepada penerima KPM dilaksanakan pada tanggal 25, atau tidak berbeda dengan penyaluran Bansos Rastra. Setiap penerima KPM bebas membelanjakan, membeli uang nontunai untuk kebutuhan pangan di e-Warung maupun agen BRILink yang ditetapkan pemerintah.

"Saya ada dua kali menerima bantuan ini. Pertama diambil pas sebelum Ramadan, dan kedua sebelum Lebaran. Setelah itu, tidak lagi terima bantuan," kata Roslina.

Pengakuan senada dikemukakan Aisyah (80), warga Jl Pahlawan. Air muka kesal membayang jelas di wajahnya yang penuh keriput.

"Saya mengantre dari siang sampai sore. Waktu menggesek kartu, orang warung bilang di kartu saya enggak ada uangnya. Saya heran sekali, kenapa bisa begitu. Ini sudah yang kesekian kalinya. Kartu saya ini cuma satu kali bisa digesek. Setelah itu bolak balik datang ke warung enggak pernah dapat lagi," sebutnya.

Aisyah menuturkan, mungkin lantaran iba, pemilik warung memintanya duduk sejenak beristirahat. Aisyah diberi minum, dan saat pulang, walau isi kartunya tidak ada, dia tetap diberi beras.

"Tapi itu, kan, yang ngasih yang punya warung. Bukan dari dana di kartunya. Saya sedih, harusnya kalau memang enggak ada, jangan dijanjikan. Jujur saja, sekarang, saya sudah enggak harap lagi dapat bantuan ini," ucapnya.

Harapan Palsu

Agus Salim Harahap, warga Jl Perwira, tidak kalah kecewa. Dia merasa mendapatkan harapan palsu. Kendati tercatat sebagai pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dia hanya satu kali bisa merasakan manfaat kartu ini.

"Saya penerima bantuan dari pemerintah, kartunya ada, dan pernah sekali merasakan bantuan. Tapi, ya, hanya satu kali itu. Di bulan-bulan berikutnya tak bisa digunakan. Kalau digesek tidak pernah ada isinya," kata Agus.

Demi menggesek kartu supaya bisa ditukarkan dengan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, tutur Agus, dia harus menunggu berjam-jam di agen BRILink di kawasan Jl Pelita 6, Medan Perjuangan.

"Saya sudah tua, lelah sekali mengantre karena banyak orang yang juga mau gesek kartu itu agar bisa dapat kebutuhan pokok. Rumah saya juga enggak dekat. Harus naik kendaraan untuk datang ke sini. Namun sedihnya, belakangan kartu saya selalu enggak ada isinya. Padahal kita sudah banyak berharap," ucapnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved