Buntut Hasil Buruk Popwil 2018, Dispora Sumut Pecat Tujuh Pelatih PPLP Sumut

Hasil Buruk di gelaran Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) Sumatera 2018 berbuntut pemecatan pelatih

Buntut Hasil Buruk Popwil 2018, Dispora Sumut Pecat Tujuh Pelatih PPLP Sumut
Kontingen atlet pelajar Sumut menuju POPWIL Sumatera 2018 saat diberangkatkan Gubernur Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Sudirman, Medan, Jumat (19/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hasil Buruk di gelaran Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) Sumatera 2018 berbuntut pemecatan pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut memutuskan untuk memecat tujuh pelatih binaan Dispora Di PPLP Sumut.

Informasi yang dihimpun Tribun Medan, ketujuh pelatih tersebut berasal dari cabor diantaranya Syahrizal asisten voli putri, Lilik Heriyanto, Nurhasim (atletik), dan Suprapto (pencak silat) dan terahir ketiga pelatih sepakbola, Sumardi, Supriono, Julio Roberto.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Sumut, Rusli mengatakan pemutusan hubungan kerja para pelatih ini berdasarkan evaluasi, yang dilihat dari aspek pencapaian prestasi tiap – tiap cabor baik untuk event regional maupun nasional.

“Memang benar ada tujuh pelatih yang kita berhentikan berdasarkan hasil evaluasi. Evaluasi ini sekaligus kebijakan dari pimpinan sebagai bentuk ketidakpuasan atas pencapaian prestasi atlet,” katanya Selasa (13/11/2018) di Kantor Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar, Pancing.

Alasan pemecatan di beberapa cabor cukup kompleks, dijelaskan Rusli seperti sepakbola yang untuk pertamakalinya tidak lolos ke Popnas. Bahkan dari hasil kejurnas antar PPLP di Aceh tahun ini, Sumut juga gagal tampil sebagai juara.

“Kita melihat selama ini ada miss komunikasi diantara ketiga pelatih. Kita evaluasi juga karena atas dasar tidak berprestasi, termasuk untuk atletik dan bola voli. Kalau dibiarkan malah bumerang bagi prestasi olahraga Sumut. Sebab, dari sinilah harapan atlet masa depan kita,” ungkapnya.

Untuk mencari pengganti para pelatih yang dipecat, kali ini Dispora Sumut tak akan main-main melakukan perekrutan yang akan berlangsung pada November ini. Dengan sistem yang lebih ketat.

“Kita masih menunggu kebijakan pimpinan terkait sosok yang pantas menggantikan ke tujuh pelatih ini. Kita harapkan mereka yang terpilih bisa kembali mengangkat prestasi cabor binaannya. Sebab, tahun 2020 sudah ada Popnas di Papua. Mereka ini nantinya adalah cikal bakal atlet Sumut yang berlaga di PON 2024 dimana kita tuan rumah," tegasnya.

Rusli menambahkan, selain evaluasi pelatih. Dispora juga akan mengevaluasi sejumlah atlet yang tidak menunjukkan peningkatan prestasi selama menjadi binaan PPLP.

Upaya ini dilakukan agar nantinya para alumni PPLP Sumut benar – benar ditempa menjadi atlet berkualitas dengan segudang prestasi.

“Selanjutnya bukan tidak mungkin bakal ada rencana evaluasi atlet dan pelatih lain. Sebagai contoh cabor pencak silat tidak ada kemajuan. Meski Sumut di Popwil Sumatera melalui cabor silat mampu raih 5 emas, tapi tidak ada satupun atlet PPLP yang raih emas," tuturnya.

Kekosongan di kursi pelatihan tersebut, Dispora Sumut untuk sementara memutuskan untuk memberikan tanggungjawab kepada asisten pelatih dan pelaksana harian sementara.

Seperti di cabor sepakbola, penanggungjawab pelatihan diserahkan kepada Waluyo. Sedangkan untuk pencak silat diserahkan kepada asisten pelatih Pedomanta Keliat. Begitu juga untuk bola voli putri masih diasuh pelatih kepala Elfian. Serta Atletik, hanya menyisakan satu pelatih tolak peluru Sukraj Singh.

(cr10/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved