Diduga Banyak 'Demseria' Lain, Kajari Imbau PNS Guru Jadikan Pelajaran kasus Makan Gaji Buta

Kita buktikan bahwa Demseria kita tindak supaya jadi pelajaran moril buat PNS dan guru-guru lainnya.

Diduga Banyak 'Demseria' Lain, Kajari Imbau PNS Guru Jadikan Pelajaran kasus Makan Gaji Buta
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar saat diwawancarai terkait perkara Demseria Simbolon di ruangnya, Rabu (14/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, BINJAI - Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar mengimbau PNS khususnya guru menjadikan penindakan Demseria Simbolon menjadi pelajaran moral.

Demseria ditetapkan tersangka dalam perkara penyelewengan uang negara selama tujuh tahun (2010-2017) dan nekad memalsukan status demi mencairkan jaminan kematian ke PT Taspen.

"Mungkin ada yang mengira perkara Demseria gak diungkap dan sulit untuk ditangkap. Kita buktikan bahwa Demseria kita tindak supaya jadi pelajaran moril buat PNS dan guru-guru lainnya," kata Kajari ditemuibdi ruangnya di lantai II Kantor Kejari Jalan T Amir Hamzah, Rabu (14/11/2018).

Dijelaskan Kajari bahwa tindakan Demseria melawan hukum dan jelas-jelas merugikan negara. Pengejaran yang dilakukan Kajari sampai menjemput Demseria ke luar Sumut, di Cikarang Jawa Barat demi menyelamatkan uang negara.

Katanya, PNS dan guru-guru harus lebih hati-hati dan profesional dalam bekerja, pasalnya, banyak yang mengira bahwa korupsi hanya pengadaan fiktif atau mark up sejumlah uang saja. Padahal waktu dan jam kerja juga tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme.

‎Diketahui, meski bolos dinas selama tujuh tahun, Demseria tetap menerima gaji dengan jumlah bervariasi. Rata-rata maksimal yang diperoleh Demseria sebesar Rp 4.367.900. Dan PT Taspen Medan terlibat karena mencairkan dana kematian Demseria yang diajukan suaminya, Adesman Sagala tahun 2014 lalu. Padaha‎l, Demseria belum wafat. Total kerugian negara akibat aksi kriminal Demseria ditaksir mencapai Rp 438.025.900.‎

"Korupsi tidak masuk kerja tapi menerima terus uang negara itu korupsi juga. Guru-guru harus jadikan pelajaran moril atas tindakan Demseria. Tak menutup kemungkinan banyak yang seperti Demseria ini," katanya.

Senada Kejari, Kasi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting juga menuturkan hal yang sama. Asep menduga banyak Demseria lainnya, namun pihaknya bisa menindak jika ada laporan dan bukti-bukti sebagai standar operasional.

"Ya banyak lah Demseria Demseria lainnya. Cuma kita bisa bergerak jika ada laporan, pelapor, dan bukti-bukti," katanya.

Dalam perkara Demseria, teranyar suaminya diperiksa penyidik Rabu (14/11/2018) dengan status saksi. Adesman Sagala diduga terlibat. Kejaksaan menemukan aliran dana ke rekening atas nama Adesmab Sagala melalui Bank Sumut.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved