Kombes Djadjuli Pilih Menembak untuk Asah Kemampuan dan Pengendalian Diri
Jadi kalau ada waktu luang dan mengisi kekosongan,saya langsung ke lapangan tembak di Brimob
Laporan Wartawan Tribun Medan /Sofyan Akbar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menembak adalah hobi yang digemari Kasat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Djadjuli selain ngetrail. Hobi menembak itu ia lakoni sejak dirinya jadi polisi tepatnya pada tahun 1994.
"Seorang polisi harus bisa menembak, meskipun tidak bersinggungan langsung untuk menangkap penjahat, "katanya saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (14/11/2018).
Ia mengaku, dirinya mempunyai motto bagi diri sendiri, yaitu 'Pasukan yang Hebat Itu, Pasukan yang Terlatih'. Semuanya, kata pria dengan melati tiga dipundaknya ini bisa hebat dengan latihan rutin untuk mengasah kemampuan, khususnya menembak.
"Apalagi saya sekarang bertugas di Brimob yang sudah menyediakan fasilitas latihan menembak. Jadi kalau ada waktu luang dan mengisi kekosongan, saya langsung ke lapangan tembak di Brimob untuk latihan menembak," ujarnya.
Mengenai jarak berapa yang sering ia pilih untuk latihan menembak, orang nomor satu di Brimob Polda Sumut ini mengaku dirinya acapkali memilih jarak 20 meter.
Viral Sandiaga Uno Langkahi Makam Pendiri NU, Ruhut Hajar Fadli Zon karena Pertanyakan Dampaknya
Detik-detik Sandiaga Melangkahi Makam Pendiri Nahdlatul Ulama hingga Permohonan Maaf ke Publik
Hotman Paris Belanja Dasi di Stefano Ricci London, Tampak Berkilau saat Dipamerkan ke Kamera
Sebagai Brimob, tugasnya memang harus menguasai senjata. Karena, sambungnya, menembak itu ada filosofinya. Saat menembak, katanya, harus fokus ke sasaran dan baru ditentukan apakah sasaran harus dilumpuhkan atau tidak.
"Ini lebih kepada saat mengejar pelaku kejahatan, teroris dan lain sebagainya yang mengancam keamanan dan ketentraman di Sumatera Utara," katanya.
Gubernur Edy Saksikan Pelajar SMAN 2 Plus Madina Duduk di Lantai, Minta Segera Dibenahi
Sugiono Digebuk Warga karena Kepergok Hendak Mencuri Sepeda Motor
Intinya, dirinya suka dan gemar sekaligus memilih hobi menembak karena dengan menembak pihaknya bisa melatih mengendalikan diri dan melawan diri sendiri.
"Jadi, orang yang tempramen biasanya menembaknya kurang bagus. Saya bilang begitu karena, apabila dalam menembak biasanya tubuh bergetar termasuk tangan dan kaki. Nah, saat itu sudah mulai terjadi, diupayakan jangan menembak dulu. Tahan, dan redamkan emosi. Kalau saat itu terjadi terus masih ingin menembak, maka tembakan akan meleset dari sasaran yang sudah dibidik," ujarnya seraya menyatakan olahraga yang paling bagus untuk mengendalikan diri adalah menembak.
Saling Tatap Berakhir Maut, Gafur Tikam Tetangganya karena Diduga Tak Senang Dilirik saat Sarapan
Cuaca Ekstrem jadi Kendala Pencarian Korban Longsor di Nias Selatan
Ia mengaku, dirinya acapkali menggunakan senjata glock buatan Australia kaliber 9 Mili. Ia suka dengan senjata itu karena handal dan perawatannya tidak susah.
"Bahannya juga terbuat dari fiber keras, jadi bukan semuanya logam sehingga memudahkan penggunanya saat menembak,"katanya.
Cuaca Ekstrem jadi Kendala Pencarian Korban Longsor di Nias Selatan
Kombes Dadang Juara Pertama Lomba Menembak HUT Ke-73 Korps Brimob Polri
Ia berharap di HUT ke-73 Brimob Polda Sumut ini, ke depan bisa lebih baik dan bagus lagi.
"Pendekatan kepada masyarakat sangat diperlukan. Apalagi jelang Pilpres 2019 mendatang, ia janji keamanan di Sumut akan tetap kondusif,"ujarnya.
(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kombes-pol-djadjuli.jpg)