Usai Panggil Saksi, Kejari Simalungun Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi KM Sinar Bangun

Penyelidikan kasus dugaan korupsi Pemkab Simalungun terhadap dana evakuasi KM Sinar Bangun senilai Rp 5 miliar

Usai Panggil Saksi, Kejari Simalungun Belum Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi KM Sinar Bangun
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Keluarga korban pada perpisahan terakhir saat penutupan pencarian sekaligus peletakan batu pertama monumen korban KM Sinar Bangun di Tiga Ras, Selasa (3/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Penyelidikan kasus dugaan korupsi Pemkab Simalungun terhadap dana evakuasi KM Sinar Bangun senilai Rp 5 miliar tidak menunjukkan perkembangan. 

Kejari Simalungun hanya dalam tahapan pemanggilan saksi.

Padahal, kasus ini telah berjalan dua bulan pasca tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba

Kejaksaan Negeri Simalungun belum juga meningkatkan status menjadi penyidikan atau penetapan tersangka.

Praktisi Hukum Sumatera Utara Julheri Sinaga menilai Kejari Simalungun terlalu lambat dalam penanganan kasus korupsi terkait 164 korban jiwa di Perairan Danau Toba.

Julheri mengungkapkan dalam undang-undang bahwa perkara korupsi menjadi skala prioritas dibanding kasus lain.

"Terkait kasus korupsi ada penegasan di undang-undang bahwa perkara korupsi skala prioritas harus didahulukan dari yang lain," ujarnya via seluler, Rabu (14/11/2018).

Menurut Julheri, jika kasus berjalan lambat maka penyidik telah mengangkangi undang-undang dan tidak profesional. 

Julheri yang juga kelahiran Tanah Jawa Kabupaten Simalungun meminta tim penyidik jangan terkesan main-main dengan kasus korupsi dana KM Sinar Bangun.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved