Prodi Seni Rupa FBS Unimed Bahas Seni Rupa pada Era Digital

Saat ini Seni rupa sudah mencakup berbagai fungsi, baik itu Fungsi Individual, Fungsi Sosial, Fungsi Ekonomi, dan Fungsi Religi.

Prodi Seni Rupa FBS Unimed Bahas Seni Rupa pada Era Digital
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Wakil Rektor IV Unimed, Prof Manihar Situomorang, M.Sc. Ph.D saat membuka acara Seminar Nasional Seni Rupa. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dilatarbelakangi Munculnya berbagai macam problema seni rupa di zaman sekarang, maka Prodi Seni Rupa menghimpun berbagai hasil penelitian dari seluruh Indonesia dengan menggelar Seminar Nasional Seni Rupa 2018.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Seni rupa dalam berbagai dimensi: Dari Perkembangan Masyarakat Multikultural Hingga Kemajuan Teknologi Dewasa Ini” dan berlangsung di gedung Digital library Unimed lantai IV, Kamis 15/11/2018).

Acara tersebut, Menghadirkan empat narasumber yakni Prof. Dr. Mh. Agus Burhan, M.Hum (Rektor ISI Yogyakarta) Prof. Dr. Dharsono, M.Sn (ISI Surakarta) Prof. Sofyan Salam, M.A; Ph.D (Univ Negeri Makasar) dan Drs. Pustanto, M.M (Kepala Galeri Nasional Jakarta).

Selain dihadiri para peserta seminar, turut hadir dalam acara Wakil Rektor II Dr. Restu, M.S., Wakil Rektor III Prof. Dr. Sahat Siagiaan, M.Pd., Wakil Rektor IV Prof. Manihar Situmorang, M.Sc., Ph.D, seluruh Dosen Prodi Seni Rupa.

Wakil Rektor IV Unimed, Prof Manihar Situomorang, M.Sc. Ph.D saat membuka acara mengatakan bahwa saat ini Seni rupa sudah mencakup berbagai fungsi, baik itu Fungsi Individual, Fungsi Sosial, Fungsi Ekonomi, dan Fungsi Religi.

Ketika sebagian besar pekerjaan manusia lenyap oleh kemajuan teknologi, tapi teknologi industri kreatif tetap eksis.
Keunikan dan kekhasan seni rupa kata Manihar harus bisa di manfaatkan dalam era revolusi industri 4.0 sekarang ini.

"Seni rupa juga harus berperan dan nantinya akan direncanakan baik dalam pembelajaran Digital Blended Learning. Kita harus bisa menggabungkan seni rupa di dalam pembelajaran kita," Ungkap Manihar dihadapan para hadirin.

Saat ini menurutnya, Pemikiran manusia semakin maju dan berkembang dari hari ke hari. Perkembangan pesat teknologi dimana kita berada dalam era industri 4.0 jadi suatu trend otomasi yang merubah pola interaksi manusia.

Peranan teknologi canggih, berperan besar dalam kehidupan manusia di era sekarang. Segala sesuatu menjadi semakin efektif, efisien, dan ekonomis. Namun beda halnya dengan seni rupa, seni rupa tidak bisa dan tidak harus beradaptasi dalam perkembangan ini. Karya seni  merupakan bagian dari produk industri kreatif, dan keberadaannya selalu dibutuhkan oleh manusia.

Sementara itu, Prof. Dr. Dharsono, M.Sn dalam paparannya mengatakan, Pada abad milenial sekarang ini yang dikenal sebagai era revolusi industri digital, kita dihadapkan munculnya kembali estetika citarasa.

Estetika citarasa itu, katanya mencoba menawarkan kemudahan pada setiap pengguna media sosial dan dalam kegiatan apapun termasuk penciptaan seni dan perancangan desain, yang bertumpu pada teori relativias dalam dimensi psikologis.

"Estetika citarasa merupakan landasan penciptaan seni dan perancangan desain. Para seniman/desainer tidak lagi terikat prinsip dan azas desain seperti yang dilakukan oleh kaum akademik, tetapi didasarkan pada ultimatum atau keputusan senang dan tak senang," terangnya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved