Penerimaan CPNS 2018

Hanya 298 CPNS Berhak Ikuti Ujian Sistem Kompetensi Bidang untuk Formasi Pemprov Sumut

Kaiman belum bisa berkomentar banyak, berapa dari jumlah 298 itu yang memilih bidang guru, tenaga medis hingga admistrasi.

Hanya 298 CPNS Berhak Ikuti Ujian Sistem Kompetensi Bidang untuk Formasi Pemprov Sumut
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Ratusan pelamar CPNS di Pemkab Simalungun melewati pemeriksaan oleh Satpol PP untuk mengikuti ujian di Aula T. Djohan SCH Pematangraya, Senin (5/11/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com-Sebanyak 298 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada formasi Pemerintah Provinsi Sumut telah ditetapkan lolos pada ujian Sistem Kompetensi Dasar (SKD). Ujian yang sebelumnya dilaksanakan di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, pada 3-5 November lalu.

Ada sekitar 9617 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan akan mengikuti ujian SKD tersebut. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara Kaiman Turnip, mengatakan bahwa yang telah masuk itu berdasarkan penilaian yang sudah ditentukan.

"Ada sekitar 298 orang telah masuk dan akan mengikuti tahap selanjutnya," ujar Kaiman Turnip, melalui sambungan telepon genggam, Kamis (15/11/2018).

Kaiman belum bisa berkomentar banyak, berapa dari jumlah 298 itu yang memilih bidang guru, tenaga medis hingga admistrasi. Dikarenakan seluruh peserta yang masuk bersifat global, seluruh Sumut yang mengikuti formasi tersebut.

"Kalau dari mereka saya tidak bisa menghitung satu persatu siapa saja yang memilih guru atau apapun, karena bersifat global. Dan kami sulit juga untuk menghitungnya satu persatu," kata dia.

Ada tiga passing grade yang ditetapkan yakni Tes Intelegensia Umum (TIU) 80 point, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143 point, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75 point, sesi TKP paling banyak dikeluhkan peserta.

Ada Bercak Darah di Celana Terduga Pembunuh Sekeluarga, Darah Siapa?

Mahasiswa Kurir Narkoba Memelas Minta Keringanan Hukuman, Terdakwa Belum Pernah Bertemu Orangtuanya

Dirinya juga menyampaikan, bahwa yang telah dinyatakan lolos berdasarkan passing grade tersebut sangat jauh dari harapan pemerintah pada penerimaan pegawai. Lebih lanjutnya, belum lagi para peserta akan mengikuti Sistem Kompetensi Bidang (SKB).

"Jauh sekali dari harapan kita lah untuk angka segitu, karena kuota kita 1242 untuk tiga formasi inti ya. Ini selesai SKD baru segitu, bagaimana lagi kalau sudah masuk tahap SKB," ujarnya.

Pria dengan hobi mobil antik ini, belum bisa mengomentari ucapan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Syarifuddin, prihal tidak akan membuka ujian kembali bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dikarenakan banyak yang tidak lolos, jauh dari harapan pemerintah.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum mau merespon wacana kebijakan baru Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi soal opsi menetapkan sistem rangking atau menurunkan passing grade, dalam hal rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018. 

"Saya sudah tahu soal itu, tapi belum bisa dijawab karena belum ada regulasi yang jelas," kata Kaiman Turnip.

Lantas ia menyebut pernyataan Menpan RB, Syafruddin yang bakal membuat dua opsi tersebut lantaran target 238 ribu formasi CASN di Indonesia terancam tak terisi, melihat hasil ujian seleksi kompetensi dasar (SKD), baru sebatas lisan bukan sebuah kebijakan. Menurutnya, sebuah narasi yang dituangkan dalam bentuk regulasi barulah namanya kebijakan. "Kalau hanya dibicarakan secara lisan, itukan belum kebijakan, itu narasi namanya, baru cakap-cakap," katanya.

Apa yang telah disampaikan oleh Menpan RB, tidak diambil pusing olehnya, lantaran berapa saja yang lolos pada tahap CPNS kali ini akan sangat baik menurutnya. Dikarenakan pegawai yang ditentukan berdasarkan kompetensi pasti sangat baik.

Hotman Paris Bantu Korban Pelecehan Seksual Baiq Nuril, Jangan Sampai Anak Cucumu Korban Berikutnya

Kampung Aur Diterjang Banjir, 1700 Warga Memilih Bertahan di Rumah

"Kalau itu tidak terlalu masalah ya, mereka yang keterima bakalan memiliki kompetensi yang sangat baik pastinya dan untuk pegawai negeri sipil hal ini sangat bagus, karena berdasarkan yang terbaik akan diterima," katanya.

Lelaki berkacamata ini juga menyampaikan, bahwa rencana BKN Pusat yang akan melakukan rapat dengan para menteri untuk menurunkan nilai passing grade, dirinya rasa kurang cocok. Karena, sambunganya, kalau memang dikurangkan akan menurunkan kualitas dari pegawai yang akan diterima tersebut.

"Kalau diturunkan akan gampang juga pegawai itu keterima ya. Tapi saya rasa cocok juga kalau memang dia keterima dengan berdasarkan nilai yang tinggi. Jadi masyarakat juga bisa menilai, bahwa saat ini tidak bisa lagi mau masuk PNS dengan iming-iming uang," kata dia. (*)

Penulis: Joseph W Ginting
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved