Warung Kopi Berkonsep Bebas Berinteraksi dengan Barista Hanya Ada di Me & (Me Dan)
Sebagian dari para pekerja freelancer juga memilih warung kopi untuk menyelesaikan pekerjaan
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menghabiskan waktu di kedai kopi kini menjadi hobi masyarakat. Sebagian dari para pekerja freelancer juga memilih warung kopi untuk menyelesaikan pekerjaan. Alasannya beragam, mulai dari kenyamanan dan akses internet yang cepat.
Untuk itu, pemilik cafe dituntut punya konsep yang beda agar bisa menjadi penarik minat pengunjung. Begitu halnya dengan coffee shop di Jalan RA Kartini No 8, Kota Medan. Sebuah cafe bernama Me & tonjolkan ide berinteraksi dengan barista.
"Me & punya tiga cabang. Di Kartini, Multatuli dan Centre Point. Di Kartini baru berdiri selama tiga bulan," ungkap Chief Executive Officer Me & Jaya Pranata saat ditemui di lokasi cafe Jalan RA Kartini.
Me & secara penyebutan nama menurut Jaya punya dua cara baca dan penyampaian berbeda.
"Masyarakat bisa menyebutnya Me And dan Me Dan jadinya Medan. Kita enggak mempermasalahkan hal itu," lanjutnya.
Penamaan Me & diungkapkan Jaya karena ia menekankan adanya kaborasi di setiap outlet. "Me and siapa. Saya dan siapa. Kami tidak berdiri sendiri. Jadinya kolaborasi. Di sini kami bekerja sama dengan H&Co. Kami menyediakan kopi, mereka yang usaha kue menyediakan makanannya," terang lulusan univeristas di Malaysia ini.
Jaya di Me &, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, punya konsep bagaimana para barista bisa hadir di tengah pengunjung dan mengajak interaksi. Tidak main-main, Me & punya database para pengunjung. Empat belas barista yang mereka punya dipastikan kenal dengan para pelanggan.
"Para pengunjung memesan langsung kopi yang diinginkannya di meja barista. Jadi, mereka bisa berinteraksi langsung kan. Bertanya seputar kopi dan mereka mau kopi yang seperti apa," lanjut Jaya.
Barista Me & diajarkan untuk Read Table. Artinya membaca para pelanggan yang sedang duduk di meja. Apakah seseorang bisa disapa atau tidak.
"Kita akan tanya, apakah kopinya cocok. Apakah ada saran. Kita berusaha menjalin interaksi itu. Tetapi kita juga melihat apakah para pelanggan welcome dengan hal itu atau tidak," jelas Jaya.
Me & dalam penyajian kopi, selalu berusaha menghadirkan sesuai dengan selera masyarakat. Di sini terdapat beragam jenis kopi mulai dari Toraja, Gayo, Mandailing dan Solok. Me & juga menerima pesanan khusus orang-orang yang menyukai karakteristik kopi dengan takaran tertentu.
"Kafe kita juga tidak ada desain yang mewah. Kita simple dan nyaman. Yang penting pengunjung suka dan cocok. Good people create good product. Tempat dan provit-nya bakalan mengikuti," tutur Jaya.
Me & memang terlihat simple. Kursi oranye yang menempel ke dinding ditemani oleh meja bewarna cokelat tua. Tidak ada desain mencolok. Permainan lampu bewarna kuning menjadikan kesan kafe ini terlihat santai.
Kafe yang dapat menampung 50 orang ini menyediakan ruangan outdoor dan indoor. Jangan khawatir, di sini pastinya tersedia jaringan wifi dengan kecepatan yang stabil.
Bagi Anda yang tidak cocok minum kopi, di sink juga tersedia black tea dan green tea. Tunggu apa lagi, silakan kunjungi Me & yang buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Jadi Brand Kota Medan
Chief Executive Officer Me & Jaya Pranata mengungkapkan dirinya sudah melihat peluang lain untuk membuka cabang Me & di tempat lain.
"Inginnya Me & bisa menjadi brand. Konsepnya tetap sama yaitu berkabotasi dan mengedepankan interaksi," tutunya.
Sebagai owner, ia juga ingin mengembangkan para barista yang bekerja dengannya punya keahlian khusus.
"Barista kita tidak semua faham kopi. Ada yang dokter, psikolog dan mahasiswa. Saya ingin mereka bisa menghidupi dirinya sendiri dan berfikir bahwa barista bukan pekerjaan sampingan," terangnya.
Untuk itu, ia mengaku membuka diri jika barista yang bekerja ingin belajar pengembangan diri lain. Me & juga berfikir untuk membuat perlombaan Barista.
"Kita juga harus memikirkan unsur people. Jadi bukan sekadar invest, buka coffee shop terus lupa sama pengembangan para pekerja," tuturnya.
(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/para-pengunjung-me-berbincang-dengan-barista-terkait-kopi-yang-mereka-pesan.jpg)