Bersyukur Masih Bisa Selamat dari Turbulensi Hebat, Tika Wulandari Dirikan Rumah Belajar Medan

Perempuan lulusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan (Polmed) ini bersyukur akhirnya ia dan penumpang bisa selamat.

Bersyukur Masih Bisa Selamat dari Turbulensi Hebat, Tika Wulandari Dirikan Rumah Belajar Medan
Tribun-Medan / HO
BELAJAR BERSAMA - Anak-anak duafa belajar bersama di Rumah Belajar Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ada banyak jalan bagi seseorang guna menuai kebaikan seperti dengan membentuk komunitas. 

Seperti halnya dengan Founder Rumah Belajar Medan (RBM) Tika Ermita Wulandari. Kepada Tribun Medan, ia menceritakan pembentukan RBM sebagai jalannya memberi dan berbagi kebaikan.

"Tahun lalu, ketika perjalanan dinas dari Batam ke Pangkal Pinang, pesawat yang saya tumpangi mengalami tubulensi hebat. Saya dan penumpang lain sudah berfikir pesawat enggak mungkin selamat. Saya zikir bareng teman yang duduk di sebelah saya dan berjanji kalau selamat, saya harus jadi orang yang bermanfaat," ungkap Tika.

Perempuan lulusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan (Polmed) ini bersyukur akhirnya ia dan penumpang serta kru pesawat bisa selamat.

"Saat saya injak tanah, saya berjanji saya harus jadi orang baik. Saya ingin ada amalan. Selama ini saya kerja dan kuliah tinggi sampai S2 gunanya apa," lanjutnya.

Ia, lanjutnya, mendapatkan inspirasi saat diajak mengunjungi sebuah rumah singgah di Adam Malik.

"Mereka kena kanker stadium 4. Merek menjalani kemo. Tetapi, mereka selalu tersenyum dan tidak ada beban. Saya mikirkan sepertinya ini deh jawabannya. Tetapi, saya enggak bisa bangun kegiatan aktivitas untuk anak kanker kan. Jadi, saya buat rumah belajar," terangnya.

Pada 23 desember 2017, RBM pun resmi berdiri. Dengan slogan belajar memberi dan belajar berbagi, Tika ingin ia dan anak muda lainnya bisa berbuat dengan ikhlas semata untuk mendapatkan pahala.

Kegiatan RBM adalah seputar mengajar anak-anak pinggiran dan anak kurang mampu. Kini, mereka mengajar kepada anak-anak yatim piatu. Mereka memberikan berbagai kegiatan proses pendampingan belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved