Peluang Bisnis Budidaya Kaktus Mini, Target Pasar Generasi Milenial

Kaktus sangat terkenal di belahan bumi bagian barat. Namun, bukan berarti tanaman ini tidak bisa hidup di daerah timur.

Peluang Bisnis Budidaya Kaktus Mini, Target Pasar Generasi Milenial
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Pemilik Kaktus Medan, Hj. Ros Telly Damanik, memegang kaktus di Karya Wisata No 16, Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kaktus sangat terkenal di belahan bumi bagian barat. Namun, bukan berarti tanaman ini tidak bisa hidup di daerah timur. 

Di Indonesia, tanaman ini juga bisa tumbuh subur. Budidaya kaktus mini bisa menjadi peluang usaha buat Anda.

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk memulai bisnis ini. Salah satunya adalah mengetahui karakter dan cara perawatan tanaman kaktus. Di daerah tropis ini, dibutuhkan beberapa trik khusus dalam memelihara kaktus.

"Tidak sulit memelihara kaktus, kaktus bisa distek tanpa akar beda dengan tanaman yang lain. Kaktus jangan banyak disiram air, paling cepat tiga hari sekali disiramnya," ujar Pemilik Kaktus Medan, Hj. Ros Telly Damanik, di Karya Wisata No 16, Medan, Minggu (18/11/2018)

Diakui Ros, ia memang pengemar kaktus karena dulunya sang ibu sudah menjual kaktus sejak tahun 1970 an. Saat Ros berumah tangga, ia pun membuka bisnis Kaktus Medan ini.

"Saya senang melihat kaktus, jadi saya buat juga di rumah. Pada Tahun 2000, saya membuka usaha Kaktus Medan ini, banyak orang yang suka dengan kaktus saya," ucapnya.

Ros menjelaskan kendala dalam berbisnis ini, dulunya kaktus masih jarang dibeli orang namun sekarang kaktus sudah banyak peminatnya, mulai dari generasi muda dan tua.

"Target pasar kita saat ini justru generasi milenial, karena kaktus ini bisa dijadikan hadiah untuk ulang tahun, anniversary, souvenir perkawinan, wisuda, kita sering hadir di USU (Universitas Sumatera Utara)," katanya.

Ia menambahkan para mahasiswa dan pelajar biasanya membeli kaktus yang ukurannya mini atau kecil, unik, dan lucu. Pesanan kaktus tersebut, biasanya dimasukkan ke dalam pot yang terbuat dari kayu, dengan batu yang berwarna-warni.

"Yang membeli kaktus sekarang lebih banyak mahasiswa, anak-anak muda. Dengan memberi hadiah kaktus, mereka merasa lebih go green, bagus, harganya terjangkau dan yang penting ada ucapan salamnya juga," ucap Ros.

Menurut Ros, ia memiliki lebih kurang 100 jenis kaktus. Harga kaktus yang ia jual dibanderol mulai dari Rp 15 ribu hingga jutaan rupiah. Omzet bisnis Kaktus Medan ini pun bisa mencapai hingga Rp 30 juta dalam sebulan.

Pemesanan kaktus ini dirasa Ros sudah lebih gampang, dengan bantuan sosial media. Ia sudah menjual kaktus ini ke seluruh Indonesia, antara lain, Kalimantan, Riau, Batam, Jakarta, Sulawesi, Sumut, Banda Aceh dan sebagainya.

"Bisnis ini cukup menjanjikan, karena kaktus kini sudah banyak peminatnya. Selain itu juga penanaman dan perawatan kaktus itu mudah. Mari semuanya budidayakanlah kaktus, kaktus bisa memberi kecerahan bagi rumah tangga kita, menambah keindahan dan memberi warna tersendiri bagi kita, istilahnya tidak repot tapi mantap," tutupnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved