Edy Rahmayadi Berikan Solusi Mengatasi Banjir di Madina, Salah Satunya Salat Taubat

Ia menyampaikan bahwa dari zaman dahulu sudah sering terjadi hujan, tetapi tidak pernah sampai memakan korban.

Edy Rahmayadi Berikan Solusi Mengatasi Banjir di Madina, Salah Satunya Salat Taubat
Tribun Medan/Satia
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama rombongan meninjau korban banjir di Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu dan beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN-Pemerintah Sumatera Utara merelokasi masyarakat yang rumahnya diterjang bencana banjir dan juga longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Pembangunan jalan yang semulanya hancur akibat diterjang air, kini sudah ditangani pemerinta dan sudah dalam proses pembangunan.

"Rabu ini akan kita bahas tentang rencana aksi relokasi masyarakatnya yang bermukim di pinggir sungai dan tepi jurang," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara Riadil Akhir Lubis, Rabu (20/11/2018).

Relokasi dan perbaikan jalan kata Riadil mempergunakan dana APBN dan APBD.

Setelah Madina selesai dalam pembahasan, pemerintah akan langsung meninjau kembali Nias Selatan (Nisel) untuk melakukan relokasi masyarakat yang masih bermukim di tepian tebing/jurang.

"Setelah ini selesai baru akan melakukan pembahasan di Nias akan kita pindahkan juga masyarakatnya," katanya.

Lokasi terkini bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (8/11/2018) dini hari.
Lokasi terkini bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (8/11/2018) dini hari. (TRIBUN MEDAN/HO)

Penanganan Banjir Madina, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Jangan Ada Pak Ogah

Edy Rahmayadi Ajak Tahlilan Korban Banjir Madina, Menginap di Tempat Pengungsi

Sementara itu, di Madina yang semula hanya ada dua kecamatan yang akan menjadi pembahasan untuk dilakukannya relokasi, kini bertanya menjadi empat.

Riadil selaku kepala BPBD akan memantau terus perkembangan pembangunan daerah rawan potensi bencana tersebut.

"Dan semula hanya kecamatan Ulung pungkut bertambah menjadi dua lokasi, Kecamatan Lingga Bayu, Batang Natal," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Satia
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved