Paus yang Mati di Wakatobi Telan Ribuan Potong Sampah Plastik, Ini Foto dan Videonya

Akibatnya, paus tidak mampu membedakan makanan dan non makanan, atau habitatnya sudah tercemar sampah.

Paus yang Mati di Wakatobi Telan Ribuan Potong Sampah Plastik, Ini Foto dan Videonya
facebook/andatha addien
Tumpukan sampah plastik yang ditemukan dalam perut paus yang mati di Wakatobi 

karung nilon 200 gr (1 potong),

tali rapia 3.260 gr (lebih dari 1000 potong). 

Mahasiswa Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan Wakatobi mengukur bangkai Paus yang terdampar di perairan Wakatobi.
Mahasiswa Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan Wakatobi mengukur bangkai Paus yang terdampar di perairan Wakatobi. (KOMPAS.com/ ISTIMEWA)

Gambar mungkin berisi: luar ruangan dan air

Gambar mungkin berisi: luar ruangan dan air

Menurutnya, perairan Wakatobi merupakan jalur migrasi hewan mamalia tersebut.

Pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab kematian paus jenis Sperm wale yang terdampar di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (19/11/2018).

Namun, dalam perut paus sepanjang 9,6 meter itu, ditemukan sampah plastik yang jumlah cukup besar yakni sekitar 5,9 kg.

Aktivis dari Yayasan Lestari Alam Wakatobi, Saleh Hanan menduga penyebab kematian paus itu karena sampah plastik.

Sebab, sampah plastik tak bisa dicerna oleh perut paus.

"Sangat bisa karena sampah. Sampah plastik, kan, tidak terurai di perut paus dan beracun. Pencernaan terganggu, lalu mati," kata Saleh, dihubungi, Selasa (20/11/2018).

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved