Pembunuhan Sadis

2 Terduga Pembunuh Mayat dalam Lemari Ditangkap, Ini Kronologi Lengkap Temuan Jasad dan Penangkapan

Iin Puspita ditemukan tewas berawal dari kecurigaan pembantu rumah kos yang mencium bau busuk dari kamar korban

2 Terduga Pembunuh Mayat dalam Lemari Ditangkap, Ini Kronologi Lengkap Temuan Jasad dan Penangkapan
ilustrasi/faratesti.org
Kronologis Wanita Cantik Ditemukan Tewas dalam Lemari di kos, Ternyata Iin Puspita 

Mereka bingung, nanum keduanya sepakat ada yang tak beres di dalam kamar. Apalagi, korban sudah tidak terlihat selama beberapa hari terakhir.

Rofik memberanikan diri membuka kamar setelah ketukan pintu dan teriakannya tak ada jawaban.

Di area tempat tidur, ia tak mendapati apa-apa. Begitu juga saat ia mengecek ke kamar mandi. Pandangannya berkeliling sesaat.

Sementara, bau busuk semakin tercium. Di dekat area lemari, ia melihat banyak lalat beterbangan. Ia mendekat ke lemari itu kemudian membukanya perlahan.

Namun apa yang terjadi, di luar pikirannya. Di balik pintu lemari, ia menyaksikan sesosok tubuh teronggok tak bernyawa dengan dikerubuti lalat.

Ia bersama Wahyu segera keluar dari kamar dan melaporkan apa yang dilihatnya kepada pemilik kos bernama Anita.

Anita sempat tak percaya mendapat kabar itu. Ia mengajak Rofik dan Wahyu kembali menuju kamar untuk memastikan kebenaran informasi itu.

Sesudah itu, ia melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Mampangprapatan.

Sejumlah rekan korban pun berdatangan ke lokasi kejadia untuk memastikan kondisi temannya.

Seorang rekan kerja datang dengan berlinang air mata pada Selasa malam. Ia mengaku terkejut dengan kabar meninggalnya Iin.

"Kaget pas dikabarin dia meninggal. Saya rekan kerjanya dia sudah lumayan lama," kata perempuan yang enggan menyebut nama melansir Warta Kota.

Menurutnya, Iin sudah lima hari tak masuk kerja. Para rekan kerjanya saling bertanya satu sama lain, namun tak ada yang tahu keberadaan ini. Sementara, upaya menghubungi ponsel Iin juga sia-sia.

"Kalau enggak salah sejak Kamis dia sudah tidak masuk kerja," sebutnya sembari melenggang pergi. Sementara, para rekan korban lain menolak berbicara.

Rumah kos yang ditempati korban terbilang mewah dengan tarif Rp 2 juta per bulan.

Setiap kamar dilengkapi pendingin ruangan, lemari, dan kamar mandi.

Bangunan dua lantai bergaya modern dengan pintu gerbang menjulang sekitar dua meter.

Iin menempati kamar di bagian bawah. Sejak penemuan mayat, polisi berjaga di depan gerbang.

Tidak ada seorang pun, termasuk wartawan, yang boleh masuk ke area rumah kos.

Iin dikenal sebagai perempuan berparas cantik dengan kulit putih dan tubuh semampai.

Ketua RT 03 Hajah Mamnun mengatakan, Iin bersama beberapa temannya sering terlihat sekitar pukul 19.00, saat ia hendak berangkat ke tempat kerjanya.

"Kalau habis maghrib dia naik ojek online ke tempat kerjanya. Saya tidak kenal baik dia, karena dia sering tidak berada di kos meskipun dia orang lama di kos itu," kata Hajah Mamnun ditemui Warta Kota dikediamannya.

Ia bilang, Iin berasal dari daerah Sumatera Selatan dan kerap membawa pempek sebagai oleh-oleh untuk penjaga kos usai pulang ke kampung halaman.  

"Kalau soal kehidupan pribadinya lebih jauh saya tidak tahu. Karena dia juga tidak pernah bikin surat izin tinggal sementara kepada saya," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita di Dalam Lemari Ditangkap di Jambi

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved