Awas Jebakan Rentenir Online! Penagih Pinjaman Meneror dan Sebar Data Pribadi ke Media Sosial

Munculnya fintech yang antara lain melayani peminjaman uang menjadi angin segar bagi masyarakat. Namun ada risiko besar mengintai para nasabah.

Awas Jebakan Rentenir Online! Penagih Pinjaman Meneror dan Sebar Data Pribadi ke Media Sosial
Tribun Medan
Rentenir online 

Jebakan seperti inilah yang membuat A, warga Medan nasabah perusahaan fintech yang lain, merasa benar-benar kelimpungan. Gara-gara bunga pinjaman online yang melesat tak terkendali, dia terpaksa "gali lubang tutup lubang".

A terpaksa meminjam di perusahaan-perusahaan fintech yang lain demi membayar utang dan bunga utangnya. Total dia berutang sebesar Rp 15 juta dan meminjam ke 11 flatform pinjaman online. Padahal pinjaman pertamanya hanya Rp 1,8 juta.

"Saya enggak menyangka pinjamannya jadi sebegitu banyak. Saya meminjam Rp 1,8 juta, tetapi setelah dipotong administrasi ini dan itu jadi Rp 1,3 juta. Kemudian, setelah dihitung berikut bunga-bunganya, pengembalian uang jadi Rp 4 juta," katanya pada Tribun.

Bunga pinjaman yang tak disangka-sangka membuat A kesulitan membayar. Tatkala penunggakan terjadi, dia mendapatkan perlakuan serupa R.

Bukan saja terganggu lantaran nyaris tidak pernah berhenti dihubungi oleh entah berapa banyak orang yang berbeda-beda, A juga merasa malu lantaran para penagih utang ini juga melakukan penagihan ke kerabat, kawan, bahkan tetangga-tetangganya.

"Beberapa kali orang itu datang ke rumah, mau ambil barang-barang saya. Saya pernah juga dicegat di jalan. Persis seperti perampok begitu gelagatnya. Paling parah, mereka ternyata bisa menembus akun media sosial saya. Mereka sering nyelonong masuk, menagih utang saya di sana. Kawan-kawan saya jadi tahu semuanya," kata A.

Bank Indonesia pada dasarnya sudah mengatur tata cara penagihan pinjaman. Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/17/DASP perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan mesti mematuhi pokok-pokok etika.

Terpenting, penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan pihak yang ditagih.

Penagihan juga dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal, dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu, dan dilarang dilakukan kepada pihak selain yang tercatat sebagai peminjam.

Gusar dengan perlakuan para penagih, A sempat melawan. Saya jawab, imbuh A, terserahlah kalian mau apa sekarang, saya sudah terlanjur malu, saya malas bayar.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved