Awas Jebakan Rentenir Online! Penagih Pinjaman Meneror dan Sebar Data Pribadi ke Media Sosial

Munculnya fintech yang antara lain melayani peminjaman uang menjadi angin segar bagi masyarakat. Namun ada risiko besar mengintai para nasabah.

Editor: Liston Damanik
Tribun Medan
Rentenir online 

Brand Manager PT. Amartha Mikro Fintek, Lydia M. Kusnadi, mengemukakan keprihatinannya.

"Padahal fintech sudah pernah bikin letter of conduct, semacam surat kesepakatan bersama, untuk memberikan pelayanan yang baik pada konsumen, menciptakan atmosfir kondusif untuk terciptanya inklusi ekonomi," kata Lydia pada Tribun di Medan, tengah pekan lalu.

PT Amartha Mikro Fintek merupakan perusahaan fintech peer-to-peer lending yang terdaftar resmi dan diawasi OJK. Amartha mempertemukan para pebisnis di bidang usaha mikro (khususnya perempuan) dengan investor.

"Di Amartha kita menggunakan pendampingan, model tanggung renteng, skema yang kekeluargaan. Kita mengadopsi value syariah, dengan menjelaskan setransparan mungkin kepada mitra perihal tanggung jawab kepada investor. Jadi kita sama sekali enggak gangguin borrowers kayak info yang santer diberitakan belakangan ini," ucapnya seraya menambahkan masih banyak platform fintech peer- to-feer yang tetap menjaga komitmen untuk berbisnis secara etis berdasarkan Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

"Karena itu saya kira ini bisa diatasi bersama-sama. Masyarakat hanya perlu diberi pemahaman. Bagaimana dapat bersikap lebih cermat dan berhati-hati. Sebelum meminjam atau berinvestasi, bisa dicek dulu providernya, cek ricek terms conditions-nya, jangan tergiur sama uang cepat tanpa benar-benar paham skemanya.

Pernyataan senada dikemukakan Relationship Manager BRI Iskandar Muda, Medan, Maulidana Harahap.

Fintech pada hakekatnya muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi dan informasi. Dengan fintech diharapkan persoalan-persoalan terkaitpaut efisiensi dan efektivitas dalam melakukan transaksi-transaksi bisnis, dapat diselesaikan, setidaknya diminimalisir.

"Adanya teknologi yang memungkinkan dilakukannya peminjaman secara online, kan, sebenarnya bertujuan baik. Ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan dana dengan proses yang cepat dan mudah.

Namun, ya, begitulah, memang selalu ada yang mencari kesempatan dengan cara-cara yang tidak baik," ujarnya.

Guna mengantisipasi agar masyarakat tidak terjebak dalam jeratan perusahaan fintech ilegal yang melakukan praktik rentenir, Maulidana menyarankan untuk percaya hanya kepada perusahaan fintech legal dan bank-bank konvensional atau syariah.

"Di sini data pinjaman terstruktur dengan baik. Proses saya kira juga tidak terlalu lama. Jika seluruh syarat dipenuhi tentu akan cepat. Namun yang paling penting, sisi mitigasi risiko juga lebih aman," katanya. (cr13)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved