Dapat Pesan Singkat Pinjaman Online, Jangan Percaya Jika Tidak Ingin Bernasib Sial Seperti Pria Ini

Pesan singkat tersebut juga memberi tahu bahwa untuk info lebih lanjut bisa menghubungi via WhatsApp ke nomor 085351982233.

Dapat Pesan Singkat Pinjaman Online, Jangan Percaya Jika Tidak Ingin Bernasib Sial Seperti Pria Ini
Tribun Medan
Ilustrasi pinjaman online 

TRIBUN-MEDAN.com-Denny Renaldi Guswara (39) melapor ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Merauke, Papua, karena kehilangan uang Rp 10,5 juta yang disimpan rekening miliknya, Jumat (23/11/2018).

Hilangnya uang milik Denny itu bermula dari adanya pesan singkat yang diterimanya dari nomor 082352702089 yang menawarkan pinjaman berbasisonline dengan bunga 0,6 % dari PT Bima Finace.

Pesan singkat tersebut juga memberi tahu bahwa untuk info lebih lanjut bisa menghubungi via WhatsApp ke nomor 085351982233.

Karena berminat, Denny pun menghubungi nomor WA tersebut. Lantas dia mendapat balasan agar membuka situs www.kreditcepatcair.com.

Selanjutnya korban membuka situs tersebut dan mengisi syarat-syarat kredit cepat.

Setelah syarat-syarat diisi, kemudian pemilik nomor tersebut mengarahkan untuk mengurus internet banking di Bank BRI dan korban diminta untuk mengunduh aplikasi AIRDROID.

Setelah itu, korban mendapat username dan password dari aplikasi tersebut. Korban pun melakukan login ke situs tersebut.

“Tak lama kemudian, korban mendapatkan SMS banking bahwa uang yg ada di nomor rekening 8102010026xxxx miliknya telah diambil secara otomatis tanpa adanya transaksi sebelumnya ke nomor rekening Bank BCA dengan nomor 7935391776,” kata korban dalam laporannya kepada aparat kepolisian.

Merasa telah menjadi korban penipuan, korban langsung melapor ke SPKT Polres Merauke guna proses lanjut. Akibat dugaan penipuan tersebut, korban menderita kerugian materi sebesar Rp 10,5 juta.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu.

“Kasusnya sejauh ini masih dalam penyelidikan, semoga kita bisa segera mengungkapnya,” kata Ahmad.

Ahmad menghimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda iming-iming sesuatu yang belum diketahui kebenarannya. Terutama penawaran melalui media telepon, SMS ataupun WhatsApp.

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved