Ini Permintaan Gamis terkait Rencana Pembangunan Tugu Sang Naualuh Damanik di Lapangan Adam Malik

Kami bukan meenolak pembangunan tugu. Kami setuju tugu itu dibangun, tetapi lokasinya bukan di Adam Malik.

Ini Permintaan Gamis terkait Rencana Pembangunan Tugu Sang Naualuh Damanik di Lapangan Adam Malik
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Puluhan warga yang tergabung Gerakan Masyarakat Islam (Gamis) Kota Siantar 

Seperti diketahui, organisasi masyarakat suku Simalungun dan ahli waris sudah berulang kali meminta pembangunan Tugu Raja Sang Naualuh Damanik di Kota Siantar. Wali Kota Siantar Hefria syah Nor sudah melakukan peletakan batu pertama di Lapangan Haji Adam Malik.

Dikutip dari berbagai sumber:

Raja Siantar bermarga Damanik keturunan Raja Nagur kerajaan tertua di Sumatera Timur yang memerintah dari tepi pantai Laut Tawar (Danau Toba) hingga Laut Asin (Selat Malaka). Raja Siantar pertama melahirkan tuan Sipolha dan kedua dengan Panakboru Silampuyang br Saragih yang menurunkan raja-raja Siantar seterusnya sampai Raja Siantar XIV tuan Sang Naualuh Damanik. Kerajaan Siantar terdiri dari tiga Partuanon Banggal: Bandar, Siantar, dan Sidamanik.

Raja Sang Naualuh Damanik XIV lahir tahun 1871 di Istana Raja Siantar di Pamatang Kelurahan Simalungun sekarang ini. Ayahnya Raja Mapir Damanik bergelar Raja I Parsiroan Raja Siantar XIII, ibunya Panakboru Gajing br Saragih yang menjadi Puang Bolon Kerajaan Siantar.

Raja Sang Naualuh XIV dinobatkan menjadi raja pada 1888 setelah ayahnya wafat danang Naualuh karena delapan sifatnya yang dicintai rakyatnya. Delapan sifatnya adalah pengasih, pelayan, jujur, berani, bertanggungjawab, teguh pendirian, saling menghormati dan membangun.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved