Dahnil Anzhar Sebut Kasusnya Dicari-cari, Tapi Kembalikan Rp 2 Miliar Sebelum Diperiksa Polisi

Polisi memeriksa Dahnil dalam kasus ini karena ia merupakan salah satu pihak yang menandatangani LPJ proposal yang diajukan PP Muhammadiyah

Dahnil Anzhar Sebut Kasusnya Dicari-cari, Tapi Kembalikan Rp 2 Miliar Sebelum Diperiksa Polisi
ANTARA/RENO ESNIR
Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/10/2018). Penyidik Direktorat Kriminal Umum melakukan pemeriksaan terhadap Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai saksi terkait kasus berita bohong untuk tersangka Ratna Sarumpaet. 

"Nah poin ketiga, kegiatan sesuai kontrak setelah kami menyadari dan pelajari ternyata berbeda. Nomerklaturnya berbeda, kami ajukan pengajian akbar ternyata realisasinya apel. Perubahan itu atas dorongan Kemenpora," lanjut Fanani.

Fanani mengatakan, menurut kontrak yang telah disepakati bersama, kegiatan sedianya dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2018.

Namun, kegiatan diundur menjadi tanggal 16 Desember 2018 karena menyesuaikan jadwal Presiden Joko Widodo.

Ia menyebut kegiatan tetap digelar meski tak diterbitkan kontrak baru yang sesuai dengan realisasi.

"Kalau dasar kegiatan itu dari kontrak, ini sama sekali berbeda atas perinsip kehatian-hatian kami. Kami ikuti pasal 9 dalam perjanjian tentang kewajiban dan sanksi. Apabila kami tidak merealisasikan kegiatan yang dimaksud maka perjanjian ini batal demi hukum. Wajib harus mengembalikan seluruh dana bantuan. Ini sebagai komitmen kami ya kami kembalikan," kata Fanani.

Ia menyebutkan, sumber pengembalian dana tersebut berasal dari dana internal Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Dahnil Anzhar Sebut Kemenpora yang Tawarkan Acara

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar menjelaskan kronologi hingga Pemuda Muhammadiyah ikut serta dalam kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia bersama GP Ansor dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

"Jadi sekitar bulan September 2017 itu Pak Menpora, Pak Imam Nahrawi mengundang saya, telepon saya. Kemudian mengundang saya untuk hadir di rumah Beliau, untuk diskusi. Begitu kira-kira. Saya datang ke sana, ternyata di rumah Menpora, sudah ada Gus Yaqut, Ketua Umum GP Ansor. Kemudian kami berdiskusi di situ," ujar Dahnil di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).

Dalam diskusi tersebut, lanjut Dahnil, Imam menyampaikan kekhawatiran pemerintah terhadap konflik horisontal yang semakin meluas karena isu anti-Pancasila.

"Nah Pak Imam menyampaikan bagaimana caranya, supaya kemudian suasana itu menjadi lebih kondusif. Salah satu upaya yang ingin Beliau lakukan itu adalah mempersatukan secara simbolik antara GP Ansor dengan Pemuda Muhammadiyah. Maka Pak Imam waktu itu menawarkan dan mengajak bisa enggak, bikin kegiatan bersama yang difasilitasi oleh Menpora melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah," papar Dahnil.

Dahnil mengaku saat itu tak langsung memberikan jawaban. Ia terlebih dahulu berkonsultasi dengan sejumlah pembina organisasi untuk meminta pendapat. Pada Oktober 2017, Dahnil menerima tawaran Menpora.

"Namun yang kedua, kata bapak-bapak Muhammadiyah, yang disampaikan juga oleh Bapak Haedar (Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir) menyampaikan, tapi hati-hati dan waspada, kami hanya khawatir kalian dikerjai. Kira-kira begitu," lanjut dia.

Setelah kesepakatan diambil, lanjut Dahnil, PP Pemuda Muhammadiyah menunjuk Ahmad Fanani sebagai ketua kegiatan.

"Kemudian dari situ, dari proposal yang disampaikan oleh tim Mas Fanani, mewakili Pemuda Muhammadiyah. Itu Pemuda Muhammadiyah diberikan fasilitas untuk memobilisasi peserta sekitar Rp 2 miliar. Nah kemudian GP Ansor Rp 3 miliar plus Rp 500 juta. Jadi Rp 3,5 miliar," kata Dahnil.

Ia menilai, pengalokasian anggaran telah dilakukan dengan benar. Dahnil merasa saat ini pihaknya yang paling disudutkan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi ini.

"Pada prinsipnya yang ingin kami lakukan itu adalah membantu pemerintah. Tuduhan saat itu, bahwa Pak Jokowi anti Islam, kriminalisasi ulama dan kemudian karena ajakan Pak Menpora itu kami akan mengademkan situasi melalui kegiatan bareng dengan GP Ansor walaupun sudah ada peringatan dari Bapak-Bapak Muhammadiyah waktu itu," kata Dahnil.(*)

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved