Himpun Dana di Masjid dan Jalanan, Komunitas Ingin Bantu Khitanan Massal

Setiap hari minggu Badan Ta'mirul Musholla Aladdinsyah, SH Fakultas Hukum USU mengumpulkan dana

Himpun Dana di Masjid dan Jalanan, Komunitas Ingin Bantu Khitanan Massal
TRIBUN MEDAN/SEPTRINA AYU SIMANJORANG
Setiap hari minggu Badan Ta'mirul Musholla Aladdinsyah,SH Fakultas Hukum USU mengumpulkan dana di car free day Lapangan Merdeka 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setiap hari minggu Badan Ta'mirul Musholla Aladdinsyah, SH Fakultas Hukum USU mengumpulkan dana di car free day Lapangan Merdeka.

"Kalau selesai Salat Jumat,  menghimpun dana dibeberapa Masjid besar di Kota Medan. Misalnya di Masjid Raya, Masjid Al Jihad, atau Masjid Agung. ," tutur Kepala Divisi Humas Badan Ta'mirul Musholla Aladdinsyah,SH Fakultas Hukum USU, Hazza Azhar Arrijal.

Pengumpulan dana ini tujuannya untuk bakti sosial yang akan kami gelar di Kampung Jawa, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi pada 21 sampai 24 Desember 2018.

"Di sana kami akan menggelar khitanan massal untuk 100 anak yang ada di sana. Karena kami rasa kalau kami gelar acara khitanan manfaatnya sangat besar untuk masyarakat," tambahnya.

Hal ini karena melihat kondisi dari masyarakat yang berada jauh dipedalaman sehingga untuk khitanan mereka harus membayar Rp 600 ribu per anak.

"Di sana kondisi masyarakat masih banyak yang kurang mampu, mayoritas mereka bekerja sebagai petani. Jadi kalau kita bisa menggratiskan khitanan, manfaatnya pasti besar untuk masyarakat," tutur Ketua Panitia Bakti Sosial tahun ini Parlindungan Harahap.

Kampung jawa merupakan desa yang terpilih sesudah dilaksanakan beberapa survey ke beberapa daerah tertentu. Karena menurut Badan Ta'mirul Musholla Aladdinsyah,SH Fakultas Hukum USU, desa ini membutuhkan seluruh program yang ditawarkan oleh mereka.

"Selama di sana kami juga akan melakukan sosialisasi hukum kepada masyarakat. Mengingat kami banyak mendengar banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga, sengketa tanah, dan narkotika," tutur Parlindungan.

Ia menambahkan minat sekolah anak-anak di sana terhalang oleh lokasi mereka yang jauh di pedalaman. Sehingga sekolah menjadi persoalan sulit.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved