Komunitas Bela Indonesia danAliansi Sumut Bersatu Gelar Pelatihan Juru Bicara Pancasila

Komunitas Bela Indonesia (KBI) dan Aliansi Sumut Bersatu (ASB) menggelar Pelatihan Juru Bicara Pancasila

Komunitas Bela Indonesia danAliansi Sumut Bersatu Gelar Pelatihan Juru Bicara Pancasila
TRIBUN MEDAN/HO
PARA peserta Pelatihan Juru Bicara Pancasila foto bersama usai mengikuti sesi pelatihan, Jumat (23/11/2018). Pelatihan yang diselenggarakan Komunitas Bela Indonesia (KBI) dan Aliansi Sumut Bersatu (ASB) ini diikuti 40 peserta. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDANKomunitas Bela Indonesia (KBI) dan Aliansi Sumut Bersatu (ASB) menggelar Pelatihan Juru Bicara Pancasila yang dilaksanakan di Hermes Place Hotel, Medan, tanggal 23-26 November 2018. Sebanyak 40 peserta dari berbagai organisasi lintas agama ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Fasilitator KBI, Ahmad Khairul Umam dalam keterangan persnya yang diterima Tribun-Medan.com, Minggu (25/11/2018) mengatakan, intoleransi yang kian mengakar di Sumatera Utara terutama dalam kurun waktu lima tahun terakhir menjadi pertimbangan dilaksanakannya pelatihan ini.

Ahmad memaparkan, dalam rilisnya beberapa bulan lalu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menemukan data yang mengkhawatirkan. Sejak tahun 2005, 2010, 2015 hingga 2018, warga pro Pancasila terus menurun dari 85,2  persen  menuju 75,3 persen. Selama 13 tahun terakhir, dukungan warga kepada Pancasila menurun sekitar  10 persen. Di sisi lain, di era yang sama, pendukung NKRI bersyariah naik 9 persen. Publik yang pro NKRI bersyariah tumbuh dari 4,6 persen (2005) menjadi 13,2 persen (2018) di13 tahun kemudian.

PARA peserta Pelatihan Juru Bicara Pancasila mengikuti sesi games.
PARA peserta Pelatihan Juru Bicara Pancasila mengikuti sesi games. (TRIBUN MEDAN/HO)

“Hal inilah yang menjadi pertimbangan ASB sebagai lembaga yang memang peduli pada pluralisme dan kebangsaan untuk bekerjasama dengan KomunitasBela Indonesia (KBI) menyelenggarakan Pelatihan Juru Bicara Pancasila. Pelatihan ini adalah pelatihan yang luar biasa karena semangatnya adalah cinta Pancasila dan membela keberagaman Indonesia,” ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan, Pelatihan Juru Bicara Pancasila initelah dipersiapkan dengan cukup matang. Komunitas Bela Indonesia, kata Ahmad sebagai penyelenggara telah lebih dulu membuat buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan Tim.

“Seluruh peserta terpilih akan dibekali materi menulis, debat, danmanajemen media sosial agar lebih mumpuni dalam berkampanye terkait Pancasila, keberagaman, antitoleransi, kebhinnekaan,  dan antiradikalisme  di media sosial,” katanya.

Perwakilan KBI Nasional, Ilma Sovriyanti Ilyas dalam sambutannya mengatakan, media sosial saat ini memang tengah menjadi ranah penting dari pertarungan wacana. Meluasnya tren penyebaran hoaks dan ujaran kebencian membuat warganet kita mudah terjerumus dalam konflik dankebencian. Karena itu, diperlukan gerakan bersama untuk membanjiri dunia media sosial dengan konten-konten positif dan mencerahkan.

“Rumah bersama kita Indonesia sedang diganyang, sedang digerogoti untuk diganti ideologinya oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” katanya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved