Stefanus Liong Counseling Buka-bukaan Rahasia Lolos Wawancara Kerja
Stefanus Liong Counseling bekerja sama dengan PT Kurnia Aneka Gemilang mengadakan Workshop Membuka Rahasia Interview Kerja
Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Melihat kegalalan anak muda Kota Medan saat melakukan tahap wawancara pekerjaan, Stefanus Liong Counseling bekerja sama dengan PT Kurnia Aneka Gemilang mengadakan Workshop Membuka Rahasia Interview Kerja, Sabtu sore (24/11/2018).
Dihadiri oleh rarasumber Ir Hercules Abdullah MS dan Stefanus Liong CBC NLP prac M Th sendiri sebagai pemilik lembaga, workshop diadakan di Swiss-Belinn Hotel Jalan Surabaya No 88, Kota Medan.
"Mereka bukan tidak pintar, semua luar biasa. Mereka kalah saat interview karena tidak punya pengalaman, gugup dan tidak siap makanya gagal," ungkap Stefanus kepada Tribun.
Maka dari itu, Stefanus mencari mahasiswa dan memberitahukan tips dan trik interview kerja. Sehingga saat bersaing, mereka jauh lebih unggul mengerti dan lebih siap.
Workshop diawali penyampaian materi oleh Ir Hercules Abdullah MS.
"Tahap wawancara kerja adalah jalan berliku melalui titian rapuh untuk memasuki institusi dunia kerja," tutur laki-laki yang juga berprofesi sebagai Kepala Pusat Jasa Ketenagakerjaan Unimed ini.
Mengapa demikian? Ia melanjutkan karena Wawancara kerja merupakan tahapan paling penting dalam proses rekrutmen dan seleksi pegawai. Saat wawancara, anda telah memiliki kesempatan untuk lebih mengenal institusi dunia kerja.
Hercules mencontohkan bagaimana pengalamannya mengelola job fair. Menurutnya, generasi sekarang hanya mencari nilai lulus tapi tidak memahami apa yang dipelajarinya. Dan itu akan diketahui ketika wawancara.
"Rata-rata dalam hal ini banyak yang tenggelam dan rapuh makanya saya sebut titian rapuh. Wawancara itu promosi diri dan jual diri. Inilah promosi besar dan paling vital. Kita berkesempatan menjelaskan secara langsung tentang kompetensi dan karakter yang dimiliki," lanjutnya.
Jangan anggap di waktu sekarang ini, kesempatan kerja semakin sedikit, katanya. Mereka (para perusahaan) pastinya mengambil SDM yang produktif. Hanya patut dipahami, dunia swasta berbeda dengan instansi negeri.
Sebagai lulusan perguruan tinggi, ada hal yang harus dimiliki, katanya. Yaitu adalah analitis, punya ilmu pengetahuan, mandiri, logis, komunikasi lisan, menguasai teknologi, mampu bekerja dalam tim. Tidak hanya punya hard skill tetapi menguasai soft skill.
"Atribut softskill yang dibutuhkan di dunia kerja yaitu jujur, inisiatif, etika dan integrasi, kritis, berkomitmen, punya motivasi, bersemangat, dapat diandalkan dan kreatif,"
Saat ingin wawancara, seseorang harus yakin dengan kompetensi yang dimiliki dan berguna bagi perusahaan. Tunjukkan berkemampuan berkomunikasi yang baik, jawab pertanyaan secara tepat, ringlas, jelas, siapkan rencana kerja sederhana.
"Kalau kita melamar pekerjaan korek api misalnya, kuasai aspek kompetensi kita yang berguna bagi perusahaan. Jangan sama ratakan," jelasnya.
Laki-laki berkacamata ini menambahkan, gunakan kata-kata akademis. Tunjukkan bahwa kita intelek. Tunjukkan kita punya kelebihan. Jangan memperluas permasalahan. Jangan sembarangan memasukkan CV dan melamar pekerjaan.
"Sederhana tetapi prakteknya susah. Ada yang sepele misalnya bersikap pantang menyerah, selalu bersikap positif dan menjaga makanan. Ketika Anda akan wawancara, pastikan tempat wawancara, datang lebih awal, tegur sapa," katanya.
Jaga penampilan, tambahnya. Kebersihan pakaian, keseraian pakaian, keselarasan makeup, kerapihan penampilan.
Jangan lupa ucapkan salam terlebih dahulu kepada pewawancara. Tetap berdiri sampai dipersilakan duduk, lakukan kontak mata, fokus pada pertanyaan dan tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada perusahaan.
Gunakan bahasa baku, tampilkan hal positif, tunjukkan energi dan percaya diri, tunjukkan apa yang anda buat untuk perusahaan, akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya, ucapkan terima kasih.
Hindari mengganggap remeh, merokok atau mengunyah permen, duduk selonjor atau bersandar, berbicara terlalu keras atau terlalu lembut, membuat lelucon, menjawab sekadarnya.
"Jangan menjawab ya, tidak, entah, udah enggak semangat lagi nanti pewawancara. Kaya sakit gigi," ujarnya yang disambut tawa peserta.
Seseorang dapat gagal dalam tahap wawancara menurutnya karena tidak siap, gugup, tidak fokus, patah semangat, pesimis, kalah sebelum bertanding. Terlalu lama berfikir, mengalihkan topik pembicaraan, menyalahkan mantan atasan atau perusahaan lama dan berbohong.
"Awal keberhasilan adalah wajah yang ramah. Jadi, jangan lupa untuk tersenyum. Ketika sebelum dan sesudah diwawancarai," tutupnya.
Praktik Langsung
Dalam worshop yang diikuti oleh sekira 30 orang tersebut, peserta mendapatkan pelatihan langsung bagaimana seharusnya sikap dan pertanyaan yang dijawan ketika sedang interview.
Semuanya disampaikan secara jelas dan mengalir oleh Stefanus Liong CBC NLP prac M Th. Ia beberapa kali mempraktikkan bahasa tubuh dan sikap seorang peserta wawancara.
"Hindari perkataan tidak, tetapi dan jangan. Kalau tidak tahu, jawablah, saya belum mendalaminya," terangnya.
Ia menambahkan, usahakan bersikap tenang dan mengucapkan apa yang dikuasai. Saat gugup, tarik nafas perlahan dan fikirkan tentang keberhasilan. Maka, kita akan lebih tenang.
"Usahakan badan Anda miring sedikit dengan pewawancara. Itu akan membuat kita lebih sebagai partner yang sedang berkomunikasi," terangnya.
(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/stefanus-liong-cbc-nlp-prac-m-th-saat-memberikan-workshop.jpg)