Breaking News:

Edisi Eksklusif

Sudah Puluhan Tahun, Jalan Lintas 7 Desa di Kabupaten Karo Rusak Parah

Puluhan kilometer akses jalan yang menghubungkan Desa Kuta Bangun menuju Desa Kuta Pelin rusak parah

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Hendrik Naipospos
Tribun Medan
Jalan rusak menghubungkan Desa Kuta Bangun menuju Desa Kuta Pelin, Kabupaten Karo 

TRIBUN-MEDAN.COM, TIGABINANGA - Puluhan kilometer akses jalan yang menghubungkan Desa Kuta Bangun, Kecamatan Tiga Binanga, menuju Desa Kuta Pelin, Kecamatan Mardingding, rusak parah.

Padahal, ruas jalan yang berjarak 25 kilometer itu merupakan jalan utama penghubung tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan: Kecamatan Tigabinanga, Kutabuluh, Laubaleng, dan Mardingding.

Pengamatan www.tribunmedan.com, mulai dari simpang masuk Desa Kuta Bangun, sebagian besar jalanan yang dulunya aspal sudah hampir semuanya terkelupas dan menyisakan bebatuan kerikil.

Tonton video lengkapnya;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Bom Bunuh Diri di Masjid Tewaskan 26 Orang, 50 Lainnya Luka-luka

Pelaku Pencurian Betor Dihadiahi Timas Panas Oleh Tim Pegasus Polsek Medan Barat

Stefanus Liong Counseling Buka-bukaan Rahasia Lolos Wawancara Kerja

Menurut keterangan dari Kepala Desa Suka Julu, Junianto Ginting, kondisi ini sudah terjadi selama puluhan tahun dan seluruh masyarakat sangat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

Selama ini, masyarakat terpaksa harus berjibaku dengan jalan yang sebagian besar memiliki kontur tanjakan itu.

Bahkan, saat musim penghujan kesabaran pengguna jalan benar-benar diuji karena beberapa titik tekstur tanahnya akan jadi lembek, untuk itu jika tidak berhati-hati dan seimbang, bisa saja kendaraan yang dibawa akan tergelincir.

Junianto menyebutkan, ketika musim penghujan pemandangan mobil atau sepeda motor yang tergelincir bahkan harus menginap karena tidak bisa jalan sudah menjadi hal yang biasa.

"Kalau jalan ini sudah puluhan tahun lah seperti ini, dibilang kita sudah merdeka tapi melihat jalannya seperti ini ya sama saja ibaratnya belum merdeka. ini masih mending lah pas kam tadi lewat enggak terlalu parah, kalau pas hujan terus mau kadang banjir hampir setengah meter," ujar Junianto.

Junianto mengatakan, akses jalan tersebut sangat penting bagi warga sekitar, terutama bagi masyarakat yang mayoritas mencari penghasilan sebagai petani.

Terlebih, diketahui daerah itu merupakan salah satu penghasil jeruk dengan kelas terbaik di Kabupaten Karo.

LANTAS BAGAIMANA TANGGAPAN WARGA DAN PEMERINTAH?

BACA SELENGKAPNYA EDISI EKSKLUSIF TRIBUN MEDAN EDISI SENIN (26/11/2018)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved