Asperindo Keberatan Kenaikan Surat Muatan Udara yang Diberlakukan Maskapai Penerbangan

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) melalui Dewan Pengurus Pusat

Asperindo Keberatan Kenaikan Surat Muatan Udara yang Diberlakukan Maskapai Penerbangan
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Ketua Umum Asperindo, M. Feriadi bersama para pengurus Asperindo saat menjelaskan keberatan akan kenaikan SMU 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) melalui Dewan Pengurus Pusat keberatan dengan adanya kebijakan kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang dilakukan beberapa maskapai.

Ketua Umum Asperindo, M. Feriadi, mengatakan, Asperindo juga telah menyampaikan surat kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 11 Oktober 2018 yang isinya menjelaskan keberatan karena kebijakan para maskapai penerbangan tersebut.

“Salah satu komponen utama yang menjadi beban biaya operasional bagi perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik di Indonesia adalah SMU. Dan dengan adanya kenaikan tersebut tentunya menjadi permasalahan,” ujarnya, Senin (26/11/2018).

Ia mengungkapkan, beban biaya operasional tersebut mengalami peningkatan dengan diberlakukannya kenaikan tarif SMU oleh beberapa maskapai penerbangan di bulan Oktober 2018, bahkan, sejumlah maskapai menaikannya sampai dengan dua kali dalam 1 bulan.

“Dalam surat resmi Asperindo bernomor 102/DPP-ASPER/X/2018 tersebut, bahwa kebijakan menaikan biaya kargo udara berpotensi meningkatkan biaya logistik di Indonesia yang selama ini dinilai tinggi dan terus diupayakan oleh semua pihak untuk diturunkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, naiknya tarif SMU juga berlawanan dengan semangat seluruh perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistic untuk mendorong perkembangan industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau Usaha Kecil Menengah (UKM) mau pun Industri Kecil Menengah (IKM).

“Para perusahaan anggota Asperindo sebagai mitra UKM dan IKM, masing-masing memiliki program untuk mendorong kemajuan para entrepreneur,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selain program-program pemberdayaan komunitas, berbagai langkah strategis juga dilakukan agar tarif pengiriman paket yang ditetapkan perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik dapat terus kompetitif demi kemajuan para UKM serta IKM yang memiliki kebutuhan besar dalam hal pengiriman paket di era digital ini.

“Namun sangat disayangkan apabila kebijakan naiknya biaya kargo udara, berpotensi memberikan dampak yang kurang baik juga terhadap perkembangan para UKM mau pun IKM”, ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved