Indonesia Masih Dianggap Anak Bawang, Kalah dari Malaysia dan Singapura Dalam Hal Ini

Pebisnis akan berlomba-lomba berbenah agar dapat memanfaatkan sistem teknologi dan komunikasi terbaru ini untuk meningkatkan bisnisnya.

Indonesia Masih Dianggap Anak Bawang, Kalah dari Malaysia dan Singapura Dalam Hal Ini
Facebook
Presiden Joko Widodo bermain ping pong secara virtual dengan pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerbert, Kamis (19/2/2016) di Markas Facebook, Silicon Valley, AS. 

TRIBUN-MEDAN.com-Pembenahan berbagai bidang sehingga Revolusi industri 4.0 berjalan mulus di Indonesia saat ini menjadi prioritas pemerintah.

Revolusi industri 4.0 merupakan langkah lebih maju dari 3.0, yaitu komputerisasi.

Ini akan menjadi masa di mana industri berkombinasi antara sistem siber fisik,internet of things, dan sistem internet yang nantinya akan melahirkan smart-factory.

Kementerian Perindustrian menyederhanakannya begini. Revolusi industri 4.0 merupakan sebuah lompatan besar di sektor manufaktur dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara penuh.

Diterapkan tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai agar meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam proses produksi.

Karena itu, pebisnis akan berlomba-lomba berbenah agar dapat memanfaatkan sistem teknologi dan komunikasi terbaru ini untuk meningkatkan bisnisnya.

Terutama pada aspek penguasaan teknologi digital yang menjadi kunci utama meningkatkan daya saing.

Misalnya, pemanfaatan teknologi internet of things, big data, cloud computing, artificial intellegence, mobility, virtual dan augmented reality, sistem sensor dan otomasi, serta virtual branding.

Di mana posisi Indonesia?

Chairil Abdini, mantan Deputi Kebijakan di Kementerian Sekretariat Negara menggambarkan Indonesia di posisi nascent atau baru lahir.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved