Unimed Wisuda 2.038 lulusan, Rektor Minta Alumni Tampil dengan Hardskill dan Softskill

sebanyak 2.038 lulusan yang di wisuda selama dua hari yakni pada hari Selasa dan Rabu di Gedung Serbaguna Unimed.

Unimed Wisuda 2.038 lulusan, Rektor Minta Alumni Tampil dengan Hardskill dan Softskill
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Rektor UNIMED Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd saat melantik wisudawan dan wisudawati dalam upacara wisuda yang digelar di Gedung Serbaguna Unimed, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lulusan dan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) harus mengerti melakukan apa, dan harus mengerti menghasilkan apa yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kualitas berbangsa dan bernegara, serta kualitas kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Rektor UNIMED Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd saat melantik ribuan wisudawan dan wisudawati dalam upacara wisuda yang digelar di Gedung Serbaguna Unimed, Selasa (27/11/2018).

Total ada sebanyak 2.038 lulusan yang di wisuda selama dua hari yakni pada hari Selasa dan Rabu di Gedung Serbaguna Unimed, 27-28 November 2018.

Dihadapan ribuan wisudawan dan wisudawati, Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. juga turut mengucapkan selamat atas kelulusan para wisudawan dan gelar akademik yang telah diraih sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.

Syawal juga turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan para wisudawan kepada Unimed.

"Semoga apa yang telah diraih setelah menempuh serangkaian aktivitas akademik dan non akademik bisa melampaui capaian pembelajaran yang telah ditetapkan di program studi masing-masing, sehingga menghantarkan ke gerbang kesuksesan menyongsong masa depan gemilang," ujar Rektor Unimed, Selasa (27/11/2018).

Selain itu, Rektor juga menyampaikan bahwa Wisuda bukanlah acara untuk menyatakan bahwa masa depan belajar dan kerja keras berakhir, justru sebaliknya merupakan sebuah titik pangkal perjuangan yang baru dalam mengimplementasikan kemampuan yang sudah dimiliki.

Dari prespektif pendidikan, era revolusi industri 4.0, kata Rektor telah memunculkan tantangan baru diantaranya adanya perubahan prilaku generasi Z dalam konteks pembelajran, hal ini diakibatkan oleh potensi distraksi yang cukup tinggi pada setiap individu, information overload sampai tak terverifikasi. Karena itu, Revolusi industri 4.0 menuntut perubahan sistem pendidikan dan Dengan tantangan ini wisudawan menyiapkan work skill yang dibutuhkan dengan merubah paradigma pendidikan dan berfokus pada knowledge production dan innovation applications of knowledge.

"Pada saat ini, saudara berada di jaman Inovation Society (abad 21) dan bangsa Indonesia harus mempersiapkan generasi baru yang mampu menghadapi tantangan pada zamannya. Di era revolusi industri 4.0, saudara tidak bisa menghindari tuntutan  yang memaksa untuk lebih kreatif, inovatif, serta selalu melakukan pengembangan kompetensi yang dimiliki disesuaikan dengan kebutuhan zaman," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved