Wanita Muda Ini Tersadar Implan Payudaranya Pecah Setelah 1 Tahun, Ini Penjelasan Dokter

Dalam beberapa kasus, silikon berkualitas rendah dapat mengalami kebocoran setelah dipakai untuk sementara waktu.

Wanita Muda Ini Tersadar Implan Payudaranya Pecah Setelah 1 Tahun, Ini Penjelasan Dokter
Coconuts
Preeyaporn yang tampil di televisi Thailand. (Kanan) Preeyaporn saat menjalani perawatan oleh dokter baru. 

TRIBUN-MEDAN.com-Seorang wanita muda asal Thailand muncul di stasiun TV setelah dirinya mengalami masalah tentang implan payudara.

Wanita ini berbagi kisah peringatan bagi wanita di negara itu, tentang bagaimana implan payudaranya pecah dan baru diketahui setahun kemudian.

Melansir dari World of Buzz pada kamis (22/11/2018) wanita yang diidentifikasi bernama Preeyaporn, mengatakan dia mendapatkan implan payudara dua tahun lalu.

Semua berjalan dengan baik sampai satu tahun kemudian, akan tetapi Preeyaporn merasakan sakit payudara kirinya ketika ia berhubungan intim.

Namun, waktu itu Preeyaporn tidak sadar jika implan payudaranya pecah.

Ia hanya mengeluhkan rasa sakit, bahkan hampir satu tahun kemudian.

Baca: Kisah Penemuan Suku Terasing secara tak Sengaja, Panik dan Spontan Menyerang, Ini Foto-fotonya

Baca: Waspada, 7 Tanda Ini Peringatan Bahwa Kondisi Ginjal Anda Bermasalah!

Baca: Momen John Chau Terbunuh di Pulau Sentinel yang Dihuni Haus Darah, Masih Jalan saat Dihujam Tombak

Akan tetapi seiring waktu berjalan, ia mengatakan bahwa payudara kirinya mulai melorot secara tidak normal, dan saat itulah ia menghubungi pihak medis.

"Saya mengabaikannya, mungkin selama hampir setahun. Kemudian saya melakukan pencarian di internet dan menemukan bahwa implan payudara saya mungkin telah pecah," katanya.

"Payudara kiri saya benar-benar kendor. Salah satunya saja," tambahnya.

Dokter barunya, Natchaya Maitreewech, mengkonfirmasi setelah pemeriksaan rutin bahwa implan wanita itu pecah.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved