7 Alasan Mengapa Pria Harus Ejakulasi (Masturbasi) dan Cara Mengatasi Impotensi dan Ejakulasi Dini
Orgasme pria kerap menjadi subjek umum, yang pada saat bersamaan sering dipahami secara keliru.
Orgasme pria kerap menjadi subjek umum, yang pada saat bersamaan sering dipahami secara keliru. Misalnya, ada yang mempercayai, terlalu sering ejakulasi merupakan hal yang buruk, terlebih jika dilakukan dengan masturbasi.
TRIBUN-MEDAN.COM - Fakta yang sesungguhnya adalah, ejakulasi merupakan hal yang penting bagi setiap orang, karena sejumlah alasan.
Berikut ini adalah alasan mendasar yang bisa menjelaskan tentang pentingnya ejakulasi bagi pria sebagaimana diolah dari Kompas.com.
1. Mengurangi risiko kanker prostat
Berdasarkan data American Cancer Society, ada 161.360 kasus baru kanker prostat yang didiagnosis terjadi di antara pria dewasa di Amerika Serikat.
Bahkan diprediksi, ada 26.370 kematian yang terjadi karena penyakit ini. Lebih tepatnya, 1:7 pria akan didiagnosis menderita kanker prostat.
Seperti yang Anda lihat, kanker prostat adalah masalah utama bagi pria di AS, dan juga di seluruh dunia.
Nah, ternyata ejakulasi dapat membantu pria untuk mengurangi risiko ini.
Satu studi menemukan data, pria berusia 20-29 yang mengalami ejakulasi 21 kali atau lebih per bulan, memiliki kemungkinan 19 persen lebih rendah terkena kanker prostat.
Angka itu dibandingkan dengan pria yang jarang mengalami ejakulasi.
Perlu diingat pula, bukan hanya orang muda yang mendapatkaan manfaat dari ejakulasi ini.
Penelitian tersebut juga menemukan fakta, pria berusia 40-49 tahun yang mendapat ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan memiliki 22 persen lebih rendah untuk menderita kanker ini.
Meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan atas studi tersebut, namun setidaknya para ilmuwan sudah mulai mengarahkan teori terhadap hubungan ejakulasi dan kanker prostat.
Ejakulasi disebut sekaligus melakukan pembersihan, yang lantas mengurangi kemungkinan terkena infeksi yang memicu tumor.
2. Pelepas stres
Ejakulasi bukan hanya memberikan kepuasan fisik, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan fisik dan emosional pria.
Selama hubungan intim dan ejakulasi, otak melepaskan dopamin dan oksitosin yang membuat pria merasa lebih baik.
Semakin banyak bukti yang menunjukkan pelepasan dopamin mengurangi stres.
Ini tentu menjadi alasan kuat untuk melakukan masturbasi atau berhubungan seks, demi ejakulasi.
Fakta yang terkenal menyebutkan, stres yang tidak terselesaikan memiliki dampak negatif terhadap keseluruhan kesehatan. Termasuk, mengakibatkan buruknya kualitas tidur dan menurunnya produktivitas.
Ejakulasi mampu membantu memperbaiki kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi stres, dan dampak susulannya.
3. Tidur lebih nyenyak
Lembaga Federal AS, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) CDC melaporkan, 1:3 orang di AS mengalami gangguan tidur.
Angka tersebut pun merebak menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Ejakulasi adalah hal yang bisa mendorong seseorang tidur dan mendapatkan istirahat malam yang nyenyak.
Anda mungkin pernah mengalaminya, ketika tiba-tiba kantuk menyerang usai mencapai orgasme.
Itu bukan hanya teori, tapi fakta yang terbukti secara ilmiah.
Penelitian yang dipublikasikan di Neuroscience and Biobehavioral Reviews, mengungkapkan, ejakulasi dikaitkan dengan penurunan aktivasi pada korteks prefrontal otak.
Sekelompok peneliti melakukan pemindaian otak laki-laki, dengan neuroimaging sebelum, selama, dan setelah orgasme. Terungkap bahwa, korteks prefrontal hanya "dimatikan" setelah orgasme.
Korteks prefrontal berkaitan dengan kewaspadaan, kesadaran, dan aktivitas mental. Hal ini bisa terjadi karena pelepasan dopamin dan serotonin, yang tak hanya memberikan rasa nyaman, tapi juga memiliki efek penginduksi tidur.
4. Meningkatkan kepercayaan diri
Seperti yang ditunjukkan di atas, ejakulasi melepaskan oksitosin yang merangsang pikiran positif dan juga meningkatkan kepercayaan diri.
Bagi kebanyakan pria, kinerja seksual sangat penting untuk kepercayaan diri.
Itulah sebabnya masalah dengan hubungan intim dapat secara signifikan mempengaruhi ego pria dan membuat kepercayaan diri menurun.
Sementara, hubungan seksual mampu melepaskan oksitosin pada pria dan juga wanita, yang memiliki peran berbeda untuk masing-masing jenis kelamin.
Pada perempuan, oksitosin membuat mereka lebih terbiasa dengan perilakunya. Sementara, pria, hormon ini menjadikannya lebih kompetitif dan berusaha memperbaiki status sosial.
Setiap pria ingin menjadi yang paling dominan di dalam kelompok atau menjadi orang yang percaya diri. Orgasme merupakan cara untuk merangsang kepercayaan diri itu.
5. Ketagihan
Saat ejakulasi, pria mengalami euforia yang merupakan perasaan melepaskan emosi. Pelepasan itu mampu mengatur kesehatan emosional dan mental.
Hal ini pula yang menjelaskan mengapa ejakulasi mampu menjadi obat stres.
Setelah ejakulasi, pria juga mengalami sensasi lain yang menyebabkan mereka ingin mengulanginya lagi.
Rasa ketagihan ini disambut baik, sehingga sebagian besar pria ingin mencapainya, lagi dan lagi.
Anda mungkin sudah merasakannya sendiri, emosi dan kepuasan yang hebat setelah ejakulasi dan Anda terus-menerus "berusaha" untuk mengalaminya lagi.
6. Kualitas Sperma
Berlawanan dengan kepercayaan populer di tengah masyarakat, ejakulasi yang sering tidak berbahaya bagi sperma.
Sebenarnya, bukti menunjukkan bahwa seks setiap hari membuat sperma pria terus berproduksi, dan sangat disarankan bagi pasangan yang mencoba untuk mendapat kehamilan.
Para peneliti menemukan fakta, aktivitas seks yang teratur juga befungsi menguras dan membersihkan kandungan sperma di dalam buah zakar.
Hal ini berguna untuk mencegah penumpukan endapan sperma, yang berguna bagi kesehatan.
Pada dasarnya, ejakulasi meningkatkan kualitas sperma sekaligus kualitas kesuburan.
Pemahaman ini bertentangan dengan keyakinan masyarakat umum dan bahkan dokter yang menyebut bahwa pria harus menghindari seks selama beberapa hari hingga pasangan berovulasi.
Penelitian sains membuktikan, seks setiap hari membuat sperma lebih aktif, bergerak, dan meningkatkan kemungkinan pembuahan.
7. "Lebih lama di ranjang"
Apa yang setiap pria inginkan adalah bertahan lebih lama di ranjang, dan bercinta. Ada banyak pria tidak puas dengan durasi hubungan intim, dan ingin memperbaikinya.
Ejakulasi mampu meningkatkan stamina pria, dan ini merupakan strategi yang efektif untuk memperpanjang pengalaman seksual.
Misalnya, saat masturbasi, pria pun belajar lebih banyak tentang tubuh dan penis, suka atau tidak suka.
Anda juga belajar mengendalikan ereksi untuk menghindari ejakulasi dini.
Oleh karena itu, ejakulasi lebih sering pun membantu mendekatkan pria pada tujuan untuk "bertahan lebih lama".
Kesimpulan
Jadi benar bukan? Banyak yang merasa diri telah mengetahui segala hal tentang orgasme dan ejakulasi pada pria, padahal tidak demikian.
Mitos yang dikaitkan dengan topik ini pun ternyata kerap keliru.
Di sisi lain, penelitian membuktikan, banyak ejakulasi membawa banyak pula manfaat bagi fisik dan emosional.
/////
Mengatasi Impotensi atau Ejakulasi Dini
Banyak pria diam-diam mengalami impotensi, namun malu mengungkapkannya.
Lebih banyak lagi yang tidak bertahan lama di ranjang alias mengalami ejakulasi dini, tapi tak mau mengakuinya.
Nah, jika Anda termasuk yang bermasalah soal itu tetapi tidak ingin berobat ke dokter atau mengikuti terapi, ada cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keperkasaan Anda, tanpa perlu diketahui orang lain. Caranya adalah dengan senam kegel.
Mengutip Kompas.com, senam kegel adalah gerakan-gerakan mudah dan sederhana yang bermanfaat untuk memperkuat otot panggul.
Senam kegel biasanya dilakukan oleh perempuan untuk mengencangkan vagina, bahkan senam ini dianjurkan untuk ibu hamil untuk memperlancar proses persalinannya.
Namun, ternyata senam kegel dapat bermanfaat juga jika dilakukan oleh kaum pria.
Apa saja manfaat senam kegel bagi pria?
Senam kegel pria bermanfaat untuk membantu orang yang menderita inkontinensia urin, yaitu ketidakmampuan seseorang mengontrol kandung kemihnya, sehingga mengakibatkan beser.
Selain itu, senam kegel pria juga dapat membantu proses pemulihan setelah melakukan operasi prostat.
Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan pada pria yang mengalami operasi prostat menunjukkan bahwa senam kegel dapat meningkatkan proses pemulihan kandung kemih setelah operasi.
Studi lain dapat membuktikan senam kegel dapat membantu memulihkan pria yang mengalami impotensi (disfungsi ereksi).
Dalam sebuah penelitian, sekelompok penderita impotensi diminta melatih otot panggul mereka dengan melakukan senam kegel selama 6 bulan secara rutin.
Hasilnya sebanyak 40% dari mereka memiliki fungsi ereksi yang normal kembali.
Senam kegel pria juga disebut-sebut sebagai terapi untuk orang yang mengalami ejakulasi dini agar bisa bertahan lebih lama dalam bercinta.
Bagaimana cara melakukan senam kegel pria?
1. Temukan di mana otot panggul Anda
Otot panggul terletak di dasar rongga panggul dan posisinya memanjang dari tulang kemaluan sampai tulang belakang bagian bawah.
Sebelum melakukan senam kegel, Anda sebaiknya menemukan dan tahu di mana letak otot panggul Anda dengan cara, seolah-olah seperti sedang buang air kecil, lalu coba untuk menghentikan aliran urin dengan kontraksi otot yang cepat.
Otot yang berkontraksi tersebut merupakan otot panggul Anda.
2. Lakukan senam kegel secara rutin
Setelah mengetahui otot panggul Anda, maka langkah selanjutnya adalah melakukan senam kegel secara rutin.
Tahap pertama adalah melakukan pelenturan otot, cobalah untuk melakukan gerakan seperti menahan kencing, dan lakukan hal tersebut selama 5 hingga 20 detik, kemudian lepaskan.
Gerakan seperti ini mudah dilakukan dan Anda dapat melakukannya 10 hingga 20 kali per waktu latihan, dengan waktu latihan sekitar 3 atau 4 kali dalam sehari.
3. Kapan perlu melakukan senam kegel?
Cobalah menjadikan senam kegel menjadi kegiatan rutinitas Anda sehari-hari, seperti ketika mandi, setelah membuang air kecil, atau bahkan ketika Anda tertawa dan mengangkat beban berat.
Gerakan yang sangat sederhana ini membuat senam kegel tidak memakan waktu dalam praktiknya, dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun.
4. Melakukan gerakan variasi
Anda dapat melakukan variasi gerakan senam kegel dengan cara menahan otot sangat cepat atau sangat lambat.
Padukan variasi gerakan tersebut dalam satu kali latihan.
Pastikan tubuh Anda dalam keadaan rileks dan tidak melibatkan otot-otot yang lain seperti otot paha, bokong, atau perut.
Lakukan senam kegel dengan santai dan bernapas dengan normal.
Apa yang perlu diperhatikan saat melakukan senam kegel pria?
Jika Anda merasa sakit di perut atau punggung setelah melakukan senam kegel, maka itu menandakan bahwa Anda tidak melakukan senam dengan benar.
Senam kegel hanya melibatkan otot panggul saja dan pastikan otot-otot Anda yang lain tidak perlu ikut berkontraksi.
Selain itu, jangan berlebihan dalam melakukan senam kegel karena otot akan menjadi lelah dan akhirnya tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik.
Orang-orang yang masih berusia muda, biasanya memiliki otot panggul yang masih kencang dan kuat namun akan melemah seiring dengan pertambahan usia.
Oleh karena itu, sama halnya dengan otot tubuh yang lain, otot panggul pun juga harus sering dilatih secara rutin dengan senam.(*)