Guru TK Kurir Ganja Gagal Wisuda, Menangis Saat Diadili

Zuraida Yuridis (45) menangis sesenggukan saat menjalani sidang di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, gagal wisuda dan terancam penjara

Guru TK Kurir Ganja Gagal Wisuda, Menangis Saat Diadili
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Zuraidah saat menjalani dakwaan di PN Medan, Selasa (27/11/2018) sore 

Karena ulahnya ini, Zuraida pun gagal lulus menjadi sarjana. Mendengar pengakuan Zuraida, hakim Dominggus geleng-geleng kepala. Hakim kemudian menasehati terdakwa.

"Kan bisa kamu cari pekerjaan lain. Jangan kamu pikir karena kurir bisa dihukum rendah, enggak.

Cari pekerjaan yang halal, apalagi kamu bakal sarjana. Dan kamu ini kan guru," kata hakim Dominggus.

Setelah mendengar kesaksian Zuraida, hakim memanggil saksi polisi Aipda Hendrianto.

Di persidangan, Hendrianto mengatakan terdakwa ditangkap pada 17 Agutus 2018 di loket Bus Rapi Jalan SM Raja.

"Kami sebenarnya mencari orang lain. Karena waktu itu gelagat terdakwa mencurigakan, saya dan dua teman saya langsung memeriksanya," terang Hendrianto.

Ketika diperiksa, ternyata Zuraidah membawa ganja kering.(cr15)

Demi Anak
Zuraida, terdakwa kepemilikan ganja kering seberat 12 kilogram mengaku terpaksa menjadi kurir narkoba.

Katanya, ini dilakukan demi kedua anaknya. Selama ini, Zuraida menjadi single parent (orangtua tunggal).

"Saya sudah berpisah dengan suamui, karena dia tidak menafkahi saya. Jadi, saya cari uang sendiri demi anak," ungkap Zuraida.

Halaman
123
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved