Personel Polres Binjai Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Sabu, Bripka Syahril Masih Terima Gaji

Personel Polres Binjai, Bripka Syahril terdakwa narkotika sudah dijatuhi putusan hukuman pidana lima tahun penjara

Personel Polres Binjai Divonis 5 Tahun Penjara Kasus Sabu, Bripka Syahril Masih Terima Gaji
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Bripka Syahril berdiri di hadapan hakim mendengarkan vonis pidana narkotika 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan Elghazy

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Personel Polres Binjai, Bripka Syahril terdakwa narkotika sudah dijatuhi putusan hukuman pidana lima tahun penjara. 

Bripka Syahril terbukti secara sah memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu sebanyak 18 gram.

Bripka Syahril di hadapan majelis hakim meminta maaf dan memgakui kesalahan telah mencoreng institusi Polri tempatnya berkarier, dan menjadi tulang punggung keluarga. 

Kendari demikian, hingga kini Bripka Syahril masih berstatus sebagai anggota Polri. ‎Ps Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting mengatakan bahwa sejauh ini yang bersangkutan belum dipecat dari anggota Polri.

"Dia sejauh ini, sudah dipidana dijatuhi hukuman inkrah, sedang menunggu jalannya hukuman tersebut. Jadi saat ini masih menyandang status sebagai anggota Polri," ujar Siswanto di ruang kerjanya, Kamis (29/11).

Kendati sudah divonis bersalah di PN Binjai, Bripka Syahril belum menjalani sidang kode etik Polri. Dia akan menjalani sidang kode etik setelah berakhir hukuman inkrahnya.

"Sidang kode etik itu, misalkan 5 tahun. Ya setelah 5 tahun nanti baru diproses secara kode etik kepolisian," jelas Iptu Siswanto.

Dijelaskan oleh Siswanto, bahwa sidang kode etik sebagaimana sidang yang sudah dilalui Bripka Syahril PA di Pengadilan Negeri Binjai. Dimana akan diperiksa dan disidang‎kan juga. Sidangnya dilaksankan oleh Provost.

Lanjut Siswanto, hasil sidang kode etik ini, menyatakan Bripka Syahril apakah masih layak atau tidak menjadi anggota Korps Tri Brata. Karena masih menyandang status anggota Polri, Bripka Syahril PA masih menerima gaji. Menurut Siswanto, Bripka Syahril menerima gaji pokok sekitar Rp3 jutaan.

"Gajinya ya masih jalan sampai sekarang. Gaji pokoknya. Karena dia tidak bekerja, makanya tidak dapat remunerasi. Sebab, yang bersangkutan sedang menjalani hukuman. Kalau enggak salah gaji dia berkisar Rp 3 jutaan. Dilihat dari golongan dan kepangkatan juga. Gaji itulah yang menghidupi keluarganya. Kalau ada remun, ya dapat lebih dari Rp 3 juta lah," pungkas Siswanto.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim PN Binjai, Fauzul Hamdi Lubis menjatuhi vonis 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar terhadap Bripka Syahril. Oknum polisi ini terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Subsidair Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Diketahui,‎ Bripka Syahril PA warga Kuala, Langkat diamankan personel Paminal Seksi Profesi dan Pengamanan Polres Binjai dari kamar nomor 3 Hotel Garuda di Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur, Minggu (1/7) lalu.

Usai Syahril, Candra Irawan (32) warga Jalan Marcapada, Binjai Selatan yang ditangkap dengan barang bukti sebanyak 40,24 gram dan 39 butir pil ekstasi. 

Candra sudah divonis Majelis Hakim PN Binjai dengan hukuman kurungan penjara 5 tahun 6 bulan, lebih rendah dari tuntutan jaksa 8 tahun. 

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved