Tiga Polisi Tembak Mati Seorang Remaja Kurir Narkoba Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Tiga polisi dinyatakan bersalah menembak mati remaja kurir narkoba terancam hukuman 20 tahun penjara

Tiga Polisi Tembak Mati Seorang Remaja Kurir Narkoba Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Warta kota/adhy kelana/kla/kla
ILUSTRASI KURIR EKSTASI - Kapolsek Tanah Abang AKBP Kus Subiyantoro memperlihatkan barang bukti berupa ekstasi saat rilis di Mapolsek Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (14/2). Dalam rilis ini, Polsek Tanah Abang memperlihatkan 2.400 butir ekstasi dan 10 ribu butir pil H5 dari tangan dua kurir narkoba, Amor dan Verdi. (Warta kota/adhy kelana/kla) 

Duterte sempat berjanji akan mengampuni petugas berwenang yang menjalankan kampanye kerasnya.

Baca: Kasus IRT Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Kualanamu, Polisi Masih Buru Jaringannya

Namun, Duterte menolak membela ketiga anggota polisi yang didakwa dalam kasus ini.

Dalam pidatonya, beberapa hari setelah penembakan, Duterte mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan tiga terdakwa polisi adalah kejahatan.

"Itu benar-benar buruk. Itu jelas bukan melaksanakan tugas. Jangan melakukan kejahatan," kata Duterte.

Pada Januari tahun lalu, petugas polisi narkotika dituduh menculik dan membunuh seorang pengusaha Korea Selatan saat menjalankan operasi penumpasan narkoba pada 2016.

Petugas polisi yang terlibat sempat ditahan namun kemudian dibebaskan dan posisinya dipulihkan.

Perang pemerintahan Duterte terhadap narkoba mendapat dukungan banyak warga Filipina yang sudah muak dengan tingkat kejahatan yang tinggi, dan sistem peradilannya yang lambat dalam menangani kasus narkoba.(kompas.com)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved