Alamak

Ibu Ini dan Putrinya Ditahan di Fasilitas Imigrasi, Putrinya Meninggal, Tuntut Senilai Rp 860 Miliar

Yazmin Juarez, Seorang ibu mengajukan klaim kematian sebesar $ 60 juta (Rp860 miliar) pada pemerintah Amerika Serikat.

Ibu Ini dan Putrinya Ditahan di Fasilitas Imigrasi, Putrinya Meninggal, Tuntut Senilai Rp 860 Miliar
Intisari/CNN
Yazmin Juarez dan semasa hidup Mariee. Yazmin Juarez pun mengajukan klaim kematian sebesar $ 60 juta (Rp860 miliar) pada pemerintah AS. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang ibu mengajukan klaim kematian sebesar $ 60 juta (Rp860 miliar) pada pemerintah Amerika Serikat.

Hal ini dikarenakan bayinya meninggal berminggu-minggu setelah keduanya dibebaskan dari pusat penahanan imigran Texas.

Anak perempuan Yazmin Juarez yang bernama Mariee (19 bulan) meninggalpada bulan Mei, enam minggu setelah mereka dibebaskan dari fasilitas imigrasi di Dilley.

Yazmin  Juarez dan pengacaranya menuduh bahwa ICE (Immigration and Customs Enforcement) dan pengurus memberikan fasilitas medis di bawah standar saat anak balitanya menderita infeksi pernapasan pada saat ditahan.

Pengacara Juarez, R. Stanton Jones, mengatakan bahwa pemerintah AS harusnya memberikan gadis kecil itu tempat yang bersih, sehat serta perawatan medis yang memadai, namun mereka gagal melakukannya sehingga mengakibatkan akhir yang tragis.

Awalnya, petugas imigrasi menahan ibu dan putrinya pada bulan Maret setelah mereka datang dari Guatemala dan menyeberang ke AS melalui Rio Grande.

Mereka kemudian dibawa ke Pusat Perumahan Keluarga Texas Selatan yang dikelola pemerintah, di mana mereka ditahan selama tiga minggu.

Juarez mencari perawatan medis untuk putrinya pada 11 Maret, enam hari setelah mereka tiba di fasilitas Dilley, kata pengacaranya.

Di fasilitas itu, Mariee semakin sakit dan Juarez berulang kali mencari perawatan kesehatan untuk putrinya, namun obat yang diresepkan tidak membuat kondisinya membaik.

Segera setelah mereka dibebaskan dari fasilitas, Juarez membawa Mariee ke New Jersey untuk mencari bantuan medis.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved