Kumpulan Para Mantan Komisioner KPU dan Bawaslu Tergabung dalam Organisasi jaDI Sumut

Para mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu berhimpun di dalam satu wadah organisasi

Kumpulan Para Mantan Komisioner KPU dan Bawaslu Tergabung dalam Organisasi jaDI Sumut
jaDi Sumut
Deklarasi JaDi Sumut di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik USU 

Laporan Wartawan Tribun-Medan,Fatah Baginda Gorby

 TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Para mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu berhimpun di dalam satu wadah organisasi yakni Jaringan Demokrasi Indonesia (jaDI ).

Presidium Nasional jaDI Pusat Juri Ardiantoro menjelaskan jaDi Sumut mendeklarasikan diri di dalam jaDi sebagai bagian dari tanggungjawab dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan proses demokrasi dan kepemiluan di Sumut.

"Jadi Sumut telah mendeklarasikan diri pada hari Sabtu (1/12/18) di Gedung Aula serbaguna Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU Medan,"ujarnya, Minggu (2/12/2018).

 Menurut Ardiantoro, pad acara yang dihadiri Calon DPD RI Yakub Matondang, dan Syamsul Hilal itu ada 50 Deklarator yang berasal dari 33 Kabdan Kota se-Sumut menyatakan terbentuknya jaDI Sumut untuk keadilan, integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

"Pada acara tersebut juga dihadiri Ketua KPU Sumut Yulhasni, Dekan FISIP USU Muryanto Amin, serta Tim Pemenangan Presiden Nomor 1 dan 2," katanya.

Setelah deklarasi jaDI Sumut, Ardiantoro menjelaskan, diikuti penandatangan perjanjian kerjasama MOU dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP USU) untuk program-program pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat di Sumatera Utara.

Ardiantoro juga berharap JaDI menjadi sahabat semua pihak dalam mengawal Pemilu 2019,baik KPU, Bawaslu, peserta Pemilu,pers, LSM dan NGO dan seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara.

Sementara itu, Direktur Eksekutif jaDI Sumut Nazir Salim Manik membeberkan kepengurusan JaDi Sumut di bawahnya, yakni Benyamin Pinem, Potan Edy Siregar, Nurlela Djohan, Rahel Sukatendel, Muhammad Ridwan, Maskhairani dan Aulia Andri.

"Kami telah menyatakan komitmen untuk ikut aktif dalam perjalanan pemilu termasuk pemilu tahun 2019 di Sumut dengan pengalaman, pengetahuan dan SDM yang dimiliki selama menjadi penyelenggara pemilu," jelasnya.

Nazir menjelaskan setelah acara deklarasi, diadakan diskusi publik bertema "problematika pemilu 2019" termasuk tentang Implikasi pemilu 5 surat suara.

"Dalam diskusi itu juga Yulhasni Ketua KPU Sumut membawakan diskusi terkait kesiapan teknis dan manajemen penyelenggara menghadapi pemilu tahun 2019," ujarnya.

Sementara Dekan FISIP USU,ujar Nazir membawakan diskusi terkait legitimasi pemerintah pasca pemilu serentak tahun 2019.

Di lain pihak Wakil Dekan III FISIP USU Hendra Harahap menyambut baik kehadiran JaDI Sumut.

"Kami meminta agar JaDI Sumut langsung bergerak cepat dan proaktif dengan gagasan dan ide yang dituangkan dalam program," pungkasnya. (gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved