Polres Sergai Tangkap Seorang Residivis Usai Diduga Lakukan Peredaran Narkoba

Kembali petugas Unit Reskrim Kotarih, Polres Serdang Bedagai (Sergai) meringkus pengedar narkoba.

Polres Sergai Tangkap Seorang Residivis Usai Diduga Lakukan Peredaran Narkoba
Humas Polres Sergai
Pelaku diamankan petugas Satresnarkoba Polres Sergai, Minggu (2/12/2018). 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kembali petugas Unit Reskrim Kotarih, Polres Serdang Bedagai (Sergai) meringkus pengedar narkoba.

Syahrial alias Ial alias Berengsek (43), warga Dusun 2, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai, tak berdaya diamankan petugas.

Syahrial diringkus setelah pihak kepolisian mendapat informasi terkait adanya peredaran narkoba.

Dari tangannya petugas amankan barang bukti 0,54 gram sabu-sabu.

Dipimpin Kapolsek Kotarih AKP Rasoki Harahap dan Kanit Reskrimnya Ipda A Situmorang bersama anggota langsung melakukan penyelidikan dangan cara berpura pura sebagai pembeli (undercover buy) polisi akhirnya berhasil meringkus tersangka berikut sejumlah barang buktinya.

"Menindaklanjuti peredaran narkoba di Sergai, setiap kapolsek melakukan penindakan lintas sektoral. Kemarin Polsek Kotarih pun berhasil meringkus seorang pengedar narkoba," terang Kasat Satresnarkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu, Minggu (2/12/2018).

Sambung Martualesi, dari penyamaran yang dilakukan personel Polsek Kotarih, tersangka Syahrial diringkus dari Desa Karang Tengah.

"Saat ini tersangka telah diserahkan ke Sat Narkoba Polres Sergai untuk menjalani proses penyidikan," ujar Martualesi.

Masih dikatakan Martualesi, tersangka yang berhasil diamankan petugas merupakan resedivis yang pernah menjalani hukuman perkara pidana 338 pada tahun 2003 dan menjalani hukuman selama 5 tahun 6 bulan di Lapas Lubuk Pakam.

"Tersangka ini pernah dihukum atas kasus 338. Untuk kasus kepemilikan narkoba ini, tersangka dijerat pasal 114 Sub 112 dengan ancama hukuman penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta, paling banyak Rp 8 miliar," tandas mantan Kapolsek Kutalimbaru ini.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved