Maulid Nabi, Dandim 0205/TK: Perilaku Nabi Muhammad SAW Harus Jadi Contoh bagi Prajurit

Para prajurit, setidaknya dapat berperilaku apa yang telah dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad SAW, baik perbuatan maupun perkataannya.

Maulid Nabi, Dandim 0205/TK: Perilaku Nabi Muhammad SAW Harus Jadi Contoh bagi Prajurit
TRIBUN MEDAN/HO
Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara SE (tengah) foto bersama dengan seluruh tamu undangan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Makodim 0205/TK, Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Senin (3/12/2018).

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Komando Distrik Militer (Kodim) 0205/TK, menggelar peringatan Maulid Nabi di lapangan Makodim, Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Senin (3/12/2018).

Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, mengatakan, peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW harus menjadi ajang introspeksi diri.

Selain itu, tak hanya sekedar peringatan semata, Taufik menyebutkan dari kegiatan ini dirinya berharap kepada para prajurit untuk menjadikan tingkah laku Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan.

"Para prajurit, setidaknya dapat berperilaku apa yang telah dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad SAW, baik perbuatan maupun perkataannya. Berjiwa kesatria, militan, loyal, profesional, modern dan manunggal dengan rakyat," ujar Taufik Rizal.

Dirinya mengungkapkan, bentuk nyata mengambil contoh dari sikap nabi terakhir itu adalah dengan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Tak hanya bagi prajurit yang beragama Islam, dirinya juga berpesan kepada seluruh prajuritnya dari non muslim juga menerapkan pelayan terbaik.

"Kalau dilihat dari waktunya, berarti sudah 578 tahun kita mempringati Maulid Nabi ini , jadi saya ingatkan kepada Babinsa, Perwira , PNS dan Prajurit semuanya yang bertugas di wilayah Kodim 0205/TK ini agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.

Dalam tausyiah yang dibawakan oleh Ustadz Jamaludin Panjaitan, dirinya menyebutkan bahwa hidup manusia di dunia itu sebentar, sedangkan kehidupan yang kekal adalah di ahirat nanti. Namun begitu, dirinya mengatakan kehidupan di dunia yang sebentar ini sangat menentukan kehidupan di akhirat.

"Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mulia dan cerdas, sehingga dijadikan teladan terbaik bagi manusia yang menginginkan ridho-Nya," katanya.

Untuk itu, dirinya mengatakan hendaknya seluruh umat islam ikut meneladani sikap dan perilaku dari Nabi Muhammad SAW. Jamaludin menyebutkan, jika seluruh umat islam meneladani sikap Nabi Muhammad SAW, maka niscaya tidak akan ada perpecahan antar sesama umat beragama.

"Dalam ukuwah islamiyah, tentunya kita juga diajarkan untuk saling menghargai antar sesama umat beragama. Dengan begitu, maka pasti tidak akan ada lagi perpecahan," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved