Terima Santunan BPJS Rp 24 Juta, Sriyana Terisak-isak Mengenang Suami yang Telah Tiada

Momen haru ini terjadi saat BPJS-TK Cabang Binjai menggelar kegiatan media gathering bersama lebih dari 50 insan pers se-Kota Binjai.

TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Sriyana terharu dan menitikkan air mata saat menerima santunan meninggal dunia suaminya dari BPJS-TK, Senin (3/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sriyana wanita yang mengenakan jilbab cokelat terus terisak-isak saat menerima santunan meninggal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Cabang Binjai.

Bola matanya, yang semula kering, perlahan basah menitikkan air mata.

Momen haru ini terjadi saat BPJS-TK Cabang Binjai menggelar kegiatan media gathering bersama lebih dari 50 insan pers se-Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, di Balai Adat Melayu Kota Binjai, Senin (3/12/2018).

Usai menerima santunan, Sriyana kepada tribun-medan.com mengisahkan bahwa ia begitu emosional dan kembali larut dalam sedih, mengenang almarhum suami tercintanya Efdendi Simatupang, yang telah meninggal pada tahun 2017. Katanya, santunan yang diterima, nantinya untuk menggantikan niat haji atas nama suaminya, dan sebagian untuk disumbangkan ke masjid-masjid.

"Suami saya sakit jantung tahun 2017. Saya kaget ada santunan ini, nanti untuk gantikan haji atas nama suami saya dan untuk masjid-masjid. Rasanya terima kasih sekali kepada BPJS Ketenagakerjaan. Santunan ini ya untuk ibadah dan amal suami saya. Dulu suami saya kepling di Binjai Barat," katanya dengan nafas tersengal.

Diketahui, kegiatan dibuka Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar, serta dihadiri Kepala Kantor Cabang BPJS-TK Binjai, TM Haris Sabri Sinar, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Nuni Triyana, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Negeri (Forwaka) Binjai, Rahmad Fadli Sirait, dan Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Kabupaten Langkat, Hery Putra Ginting.

Kajari Binjai, Viktor Antonius Saragaih Sidabutar, dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan ini. Diharapkan kegiatan ini berdampak efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan insan pers terkait jaminan sosial dan perlindungan hak-hak pekerja.

Lebih jauh dia juga berharap, para insan pers yang belum terakomodir hak-hak dan jaminan sosialnya oleh pemilik media massa, agar segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS-TK.

"Besar harapan saya, seluruh wartawan di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat sadar akan pentingnya program jaminan sosial nasional, demi melindungi hak-haknya, dan lebih nyaman dalam bertugas," ujar Kajari.

Kepala Kantor Cabang BPJS-TK Binjai, TM Haris Sabri Sinar, dalam materinya menjelaskan pentingnya pekerja sektor informal mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS-TK, mengingat banyak manfaat yang akan didapatkan. Dijelaskannya, bahwa keikutsertaan pekerja sektor informal dalam program BPJS-TK dijamin oleh Pemerintah, melalui penerbitan Undang-Undang Nomor: 40 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor: 24 Tahun 2011.

"Jadi tujuan utama pertemuan ini ialah meningkatkan kemitraan dan kolaborasi BPJS-TK Cabang Binjai dengan insan pers di Binjai dan Langkat. Sebab kami sadar, tanpa pers segala informasi terkait program dan kegiatan BPJS-TK tidak akan sampai dan diterima oleh masyarakat," ungkap Haris.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan MoU dan pertukaran plakat antara BPJS-TK Cabang Binjai dengan Forum Wartawan Kejaksaan Binjai, penyerahan kartu peserta BPJS-TK kepada perwakilan wartawan, serta penyerahan santunan meninggal dengan biasa sebesar Rp 24 juta kepada peserta BPJS-TK Binjai, yakni Atipah dan Efendi Simatupang, yang masing-masing diterima ahli waris, yakni Abdul Wahab dan Sriyana.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved