Baru Dikerjakan 2 Minggu Proyek Jalan Desa Meranti Timur Senilai Rp 600 Juta Mulai Terkelupas

Warga Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir kecewa dengan pengerjaan peningkatan jalan lapen menuju desa mereka.

Baru Dikerjakan 2 Minggu Proyek Jalan Desa Meranti Timur Senilai Rp 600 Juta Mulai Terkelupas
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Kerikil bermunculan dari jalan dan aspalnya sudah mengelupas di Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti,Toba Samosir,  Selasa (4/12/2018). Jalan itu baru dua minggu dikerjakan.  

Laporan Wartawan Tribun Medan/Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN. com, TOBASA -Kerikil bermunculan dari jalan dan aspalnya sudah mengelupas di Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti,Toba Samosir,  Selasa (4/12/2018). Badan jalan pun sudah mulai dipenuhi lobang, padahal baru saja dua minggu selesai dikerjakan dengam biaya 600 juta rupiah.

Warga Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir kecewa dengan pengerjaan peningkatan jalan lapen menuju desa mereka. Sebab baru 2 minggu selesai, jalan ini sudah rusak.

Selain itu, parit juga tidak berfungsi dengan baik. Air menggenang akibat dinding bagian sisi parit yang retak menutupi aliran air. 

Menurut keterangan warga sekitar, peningkatan jalan ini bersumber dari APBD Kabupaten Toba Samosir Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 600 juta lebih.

"Kalau berdasarkan plank proyeknya, dananya Rp 600 juta lebih dan sumbernya dari APBD Tobasa tahun ini," ujar Ricson Panjaitan.

Pernikahan Mewah Pria 84 Tahun dengan Perempuan Cantik di Semarang, Ini Foto dan Videonya

Ditanya Lebih Cinta Angel Lelga atau Zaskia Gotik, Jawaban Vicky Prasetyo Bikin Raffi Ahmad Terkejut

Lindswell Kwok si Anak Medan Dikabarkan Segera Dinikahi Achmad Hulaefi

Ricson dan warga lain mengaku sangat kecewa dengan kinerja pemborong, karena jalan ini sudah rusak meski baru selesai 2 minggu lalu.

"Kita jelas sangat kecewa dengan pengerjaan ini. Kita berharap jalan ini bisa bertahan setidaknya 1 atau 2 tahun. Tapi yang ada jalan ini justru sudah rusak meski baru selesai 2 minggu lalu. Berarti usia jalan ini paling hanya 2 atau 3 bulan saja sudah langsung hancur seperti semula," lanjut Ricson menyampaikan kekecewaannya yang diamini warga lain.

Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia Ciptakan Terapi The Heart Technique Sembuhkan Fobia

Kapolri Sebut Prestasi Polri Moncer Berkat Peran Kepolisian Perairan dan Udara 

Masyarakat berharap agar pihak pemborong memperbaiki kembali setiap titik jalan yang rusak dalam waktu dekat, sebelum kerusakan itu melebar.

Menanggapi rusaknya jalan yang baru selesai dibangun ini, Sikkat Sitompul, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Tobasa yang dikonfirmasi, membenarkan jika sumber anggaran peningkatan jalan lapen itu bersumber dari Satkernya. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan pihak pemborong agar memperbaiki kembali jalan itu.

Pelatih PSMS Medan Kesal Kehilangan Momentum Main di Kandang Kala Bertemu PS Tira

Kelelawar Bermatian akibat Suhu Capai 40 Derajat di Queensland, Warga Mengungsi karena Bau Bangkai

"Itu belum . Kita sudah perintahkan pihak pemborong agar memperbaiki jalan itu kembali," ujar Sikkat.(Jun/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved