Terima Kunjungan JaDI Sumut, Bawaslu Karo Apresiasi Masyarakat Peduli Pemilu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karo, menerima kunjungan para pengurus Jaringan Demokrasi Indonesia

Terima Kunjungan JaDI Sumut, Bawaslu Karo Apresiasi Masyarakat Peduli Pemilu
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Pengurus Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumut (kanan), melakukan audiensi dengan anggota Bawaslu Kabupaten Karo, di Kantor Bawaslu, Jalan Veteran, Gang Bakti, Kabanjahe, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com,KABANJAHE - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karo, menerima kunjungan para pengurus Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sumatera Utara, di kantor Bawaslu Kabupaten Karo, Jalan Veteran, Gang Bakti, Kabanjahe, Rabu (5/12/2018). 

Kali itu, para pengurus JaDI Sumut, disambut langsung oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Karo Abraham Tarigan.

Dengan hadirnya JaDI di masa Pemilu ini, Abraham mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi siapa saja yang memiliki niat baik untuk ikut menyelamatkan kelangsungan demokrasi Indonesia. Terlebih, pada saat audiensi Abraham mendengar pengurus JaDI juga siap membantu bila dibutuhkan dalam proses tahapan Pemilu.

"Dengan adanya JaDI ini, kita anggap bagian nyata dari peran serta masyarakat. Nantinya peran serta dari teman-teman JaDI ini juga dapat menjadi bagian pemetaan dari strategi pencegahan pelanggaran Pemilu," ujar Abraham.

Dalam audiensinya, Direktur Eksekutif JaDI Sumut Nazir Salim Manik, menjelaskan kedatangannya ke sana merupakan ajang perkenalan dengan jajaran Bawaslu Karo. Dirinya juga mengungkapkan, lembaga organisasi yang mereka bentuk merupakan bagian dari langkah menyukseskan Pemilu 2019 mendatang. Dan juga, bertujuan untuk menyatukan visi tentang langkah pengawasan pesta demokrasi itu.

"Tujuan kita ke sini untuk pertama untuk perkenalan kepada anggota Bawaslu di sini, kemudian kita jelaskan juga pembentukan wadah kita ini juga lahir dari para alumni penyelenggara pemilu, tentu niatnya juga untuk terus menjaga dan memelihara semangat berfikir dan bertindak tentang apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas Pemilu 2019," ujar Nazir.

Nazir mengungkapkan, memang JaDI bukanlah merupakan bagian dari sistem penyelenggara pemilu. Namun dirinya menyebutkan, mereka merasa memiliki panggilan moral untuk ikut memberikan kontribusinya dalam demokrasi.

Sebagai langkah konkretnya, dirinya menyebutkan mereka saat ini sedang konsen melakukan diskusi dan mengkaji tahapan Pemilu. Seperti, perihal daftar pemilih, tahapan kampanye, serta persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ikut berperan pada saat pemilihan dan penghitungan suara.

"Kami juga baru-baru ini sudah melakukan kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Medan. Kami baru menandatangani kerjasama dengan Dekan Fisip USU untuk nanti membuat program-program yang terkait dengan Pemilu dan demokrasi," katanya.

Sesuai dengan tugas pokok JaDI yang sebelumnya dipaparkan oleh Nazir, Abraham kembali menyebutkan ada beberapa poin penting yang memang menjadi isu hangat. Seperti mengenai daftar pemilih tetap, Abraham menyebutkan hingga saat ini pihaknya bersama KPU memang masih menggodok data yang ada di lapangan.

"Jadi rekan-rekan juga memiliki poin yang memang bisa menjadi isu besar. Bukan hanya milik KPU atau Bawaslu saja, tapi isu yang juga diperbincangkan di kalangan masyarakat, terutama di Kabupaten Karo," pungkasnya. (cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved