Perancis Bergemuruh, Unjukrasa Rompi Kuning Berujung Kekerasan, 90 Ribu Pasukan Dikerahkan

Aksi aparat kepolisian menembakkan peluru karet dan gas air mata pada pekan keempat unjuk rasa anti-pemerintah di seluruh Perancis, berujung kekerasan

Instagram hugoclarencejanody
Demonstrasi di Paris, Perancis, Sabtu (8/12/2018) waktu setempat. Unjukrasa ini menuntut pembatalan kenaikan pajak, harga BBM, dan kenaikan tarif listrik. (Instagram hugoclarencejanody) 

Hampir 90 ribu petugas dikerahkan di berbagai kota di Prancis untuk mengantisipasi bentrokan, dan 8.000 di antaranya dikerahkan di Paris, lengkap dengan 12 kendaraan lapis baja.

TRIBUN-MEDAN.com - Aksi aparat kepolisian menembakkan peluru karet dan gas air mata di Paris pada pekan keempat unjuk rasa anti-pemerintah di seluruh Perancis, berujung kekerasan, Sabtu (8/12/2018) waktu setempat.

Otoritas rumah sakit di Paris menyebut 126 orang terluka di kota itu, tetapi tidak ada yang serius. Setidaknya tiga petugas polisi juga terluka.

Diperkirakan 125.000 demonstran turunk e jalan di seluruh negeri pada Sabtu siang, dan 10.000 di antaranya di Paris, yang ditandai dengan kerusakan paling parah.

Di ibukota Perancis itu para penjarah menghancurkan etalase-etalase toko, dan membakar sejumlah mobil.

Baca: Ingin Tahu Siapa Saja yang Sering Melihat Profil WhatsApp Milikmu? Begini Caranya

Baca: Ragam Fakta Unik di Dunia yang Jarang Diketahui, Satu di Antaranya Ada Pelangi Tanpa Warna

Baca: Debat Alot Fadli Zon dengan Irma Suryani, Aa Gym Berdiri: Malu, Malu, Malu

Baca: Udar Fakta Penjahat Kambuhan yang Dikeroyok dan Tewas, Kronologi hingga Pengakuan Sang Adik

Baca: Diminta untuk Sebutkan Namanya, Rafathar Malah Berikan Jawaban Begini

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved