Liga 1

PSMS Terdegradasi, Legenda Sunardi A Menohok Perekrutan Pemain oleh Djajang Nurdjaman

Seluruhnya masyarakat yang cinta PSMS itu merasa kecewa melihat kondisi masing PSMS. Selama setahun perjuangan untuk ke Liga 1 sia-sia.

PSMS Terdegradasi, Legenda Sunardi A Menohok Perekrutan Pemain oleh Djajang Nurdjaman
Instagram @Djanur_fans
Djanur digotong oleh suporter Ayam Kinantan usai laga PSMS VS Persebaya, Sabut (1/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kekalahan PSMS Medan atas PSM Makassar 5-0 di pekan terakhir Liga 1 memastikan skuat berjuluk Ayam Kinantan tersebut harus terdegradasi.

Legenda PSMS Medan, Sunardi A mengaku sangat kecewa dengan hasil yang didapatkan tim kecintaannya ini.

"Kalau saya merasa sedih karena saya mantan pemain saya sudah bilang situasi PSMS saat. Seluruhnya masyarakat yang cinta PSMS itu merasa kecewa melihat kondisi masing PSMS. Selama setahun perjuangan untuk ke Liga 1 sia-sia," ungkapnya kepada Tribun, Minggu (9/10/2018) di Medan.

Baginya yang membuat tim ini bisa terdegradasi adalah pemilihan para pemain yang dilakukan pelatih Djajang Nurdjaman pada awal kompetisi.

"Kita tidak menjaga kualitas, dari awal saya sudah lihat kalau pemain tidak layak. Kalau saya maksud saya ikut ke liga 2 kan saya sudah dapat rekomendasi ke pak Mahruzar (ex pelatih PSMS) itu ada 6 pemain PSMS yang harus di seleksi tidak bisa dia langsung ikut ke liga 1," tegasnya.

Ia mencontohkan rekrutan anyar Coach Djanur seperti Reinaldo Lobo dan Yessoh yang memiliki kemampuan yang tak terlalu mentereng dibandingkan pemain lokal

"Salah satu contoh si Roni dia berbeda. Kalau dia pemain bawah dia tidak boleh seperti itu. Sama dengan Lobo, dari pertama awal masuk ke PSMS kalau saya memang tidak sepantasnya dia disitu. Jadi kualitas dia sebagai pemain asing tidak jauh berbeda dengan pemain kita," ungkapnya.

Baginya perkrutan yang dilakukan Djanur di awal musim perekrutan yang gagal sehingga menjadi penyebab utama PSMS terdegradasi.

"Iya perekrutan pertama itu salah benar yang dikatakan Butler itu banyak pemain PSMS yang tak layak bermain di Liga 1. Pemain di usulan kedua tidak dapat lagi karena dia mempertahan kan pemain yang direkrut dia. Sekarang dia di Persebaya, pemain nya kan bagus semua, jadi jangan dibandingkan dengan Persebaya," ungkapnya.

Penyerang era 80-an ini mengaku kecewa atas kinerja Djanur yang tak mengikutsertakan masukan para Legenda untuk mencari pemain di awal musim.

"Kita kan banyak legenda PSMS di Kebun Bunga. Ajak diskusi, ajak lihat, ini kan seolah seolah diptuskan sama pelatih itu sudah salah. Kalau saya pribadi, melihat Pak Djajang kan kawan saya juga. kalau melihat kekalahan 4 laga beruntun bagus dia mundur aja gitu. Jangan dipertahankan sampai 8 kali kita kalah," bebernya.

Namun Sunardi mengungkapkan ini bukan menjadi ranah manajamen yang menyebabkan PSMS terdegradasi.

"Kalau manajemen kan tidak mengurusi pemain, cuma masalahnya apa yang terjadi dengan manajemen. kalau umpama nya pemain tidak di gaji itu baru manajemen salah. Tapi ini kan tidak ada salah," tutup Sunardi.

(cr10/tribunmedan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved