BB Senilai Rp 200 Juta dan Mobil Plat B Lenyap? Diduga Ada Rekayasa Berkas Perkara Bandar Ekstasi

Dugaan rekayasa berkas perkara Yos Sudarso, bandar ekstasi 1.500 butir yang dilakukan oknum aparat penegak hukum semakin kuat terendus.

BB Senilai Rp 200 Juta dan Mobil Plat B Lenyap? Diduga Ada Rekayasa Berkas Perkara Bandar Ekstasi
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Yos Sudarso yang disangkakan penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai sebagai bandar narkotika 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Hasil vonis 8 bulan Eks PM, Yos Sudarso yang semula disebut bandar 1.500 ekstasi menguak sejumlah kejanggalan.

Diduga terjadi rekayasa berkas dalam proses hukum hingga dihilangkannya sejumlah barang bukti.

Proses hukum dan hilangnya barang bukti diduga rekayasa 'kerja sama' oknum kepolisian dan jaksa.

Yos yang ditetapkan penyidik Satres Narkoba Polres Binjai sebagai pemilik ‎barang haram hanya divonis 8 bulan penjara sesuai Pasal 131. Sedangkan Robby dan Jimmy dinyatakan sebagai kurir dan divonis 17 dan 16 tahun penjara.

Humas PN Binjai, David Sidik Simare-mare menyatakan, dalan persidangan hanya disertakan barang bukti empat telepon genggam, satu tas berwarna hitam loreng dan tiga bungkus besar plastik berisi pil ekstasi.

"Uangnya tidak ada," jelas Humas.

‎Rincian empat telepon genggam ini adalah, dua unit merek Samsung warna hitam, satu unit merek Samsung warna putih dan satu unit merek Nokia warna hitam. Dan hanya tiga telepon genggam yang dimusnahkan. Sedangkan satu telepon genggam Nokia dengan nomor sim card 083876127387 dinyatakan dikembalikan kepada Yos Sudarso.

Diketahui, ketiganya ditangkap polisi di Jalan Swadaya, Dusun V, Desa Sei Limbat, Selesai, Langkat, Selasa (15/5) pukul 15.00 WIB. ‎Dari tangan ketiga tersangka, polisi menyita barang bukti 1.500 butir pil ekstasi, ditaksir senilai hampir Rp 200 juta dan enam unit telepon selular.

Kasus ini kemudian dipaparkan Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak didampingi Kasat Res Narkoba AKP Aris Fianto kepada awak media dengan menunjukkan tersangka dan barang bukti di Mapolres pada Rabu (16/5) lalu, dimana dipaparkan dan telah diberitakan sejumlah media massa bahwa Yos Sudarso sebagai bandar ekstasi.

Dugaan rekayasa berkas perkara Yos Sudarso, bandar ekstasi 1.500 butir yang dilakukan oknum aparat penegak hukum semakin kuat terendus. ‎Barang bukti senilai Rp 200 juta, enam telepon genggam dan satu unit mobil plat B yang ditangkap polisi tidak dipaparkan dalam persidangan.

Sidang dipimpin Wakil Ketua PN Binjai Muhammad Yusafrihardi Girsang,‎ Jaksa Penuntut Umum Perwira Tarigan hanya menggelar barang bukti sebuah tas warna loreng hitam, empat telepon genggam dan tiga bungkus plastik berisi pil ekstasi warna biru merek superman.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved