Kajari: Perkara Yos Sudarso Sesuai Berkas Polisi, Bantah Ada BB Senilai Rp 200 Juta dan Mobil!

Yos yang ditetapkan penyidik Satres Narkoba Polres Binjai sebagai pemilik ‎barang haram hanya divonis 8 bulan penjara lantaran lampiran Pasal 131.

Kajari: Perkara Yos Sudarso Sesuai Berkas Polisi, Bantah Ada BB Senilai Rp 200 Juta dan Mobil!
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kajari Victor Antonius Saragih Sidabutar (tengah) didampingi Kasi Pidum Ondo membantah dugaan rekayasa perkara 1.500 butir ektasi, Eks PM Yos Sudarso yang divonis 8 bulan, Senin (10/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Hasil vonis 8 bulan Eks PM, Yos Sudarso yang semula disebut bandar 1.500 ekstasi menguak sejumlah kejanggalan. Diduga terjadi rekayasa berkas dalam proses hukum hingga dihilangkannya sejumlah barang bukti, di antaranya Mobil Berplat B.

Proses hukum dan hilangnya barang bukti diduga rekayasa 'kerja sama' oknum aparat. Yos yang ditetapkan penyidik Satres Narkoba Polres Binjai sebagai pemilik ‎barang haram hanya divonis 8 bulan penjara lantaran lampiran Pasal 131. Sedangkan Robby dan Jimmy dinyatakan sebagai kurir dan divonis 17 dan 16 tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar didampingi Kasi Pidum, Ondo membantah pihaknya yang memberi petunjuk terkait Pasal 131. Dia juga membantah mengetahui adanya soal barang bukti senilai Rp 200 juta, handphone enam genggam, mau pun mobil berplat B.

Dijelaskanya, JPU sejak menerima berkas perkara tidak ada menemukan dalam daftar barang bukti 1.500 butir senilai Rp 200 juta dan mobil plat B seperti tang telah diberitakan sejumlah media massa. Dalam berkas perkara tidak ada keterangan saksi-saksi menyebut barang bukti dimaksud.

"Kita tidak akan bermain. Kita habis-habisan memerangi narkoba. Tidak ada barang bukti (1.500 butir) senilai Rp 200 juta atau mobil. Handphone hanya empat," katanya.

Baca: BB Senilai Rp 200 Juta dan Mobil Plat B Lenyap? Diduga Ada Rekayasa Berkas Perkara Bandar Ekstasi

Kajari menjelaskan bahwa proses perkara tahap I tanggal 17 Juli 2018. Proses berlanjutnya dengan runutan, sempat adanya pengembalian berkas yang diberikan pihak kepolisian.

"P-18 tanggal 24 Juli 2018, lalu P-19 tanggal 24 Juli 2018 pengiriman berkas dikembalikan ke Polres Binjai. Pada 2 Agustus 2018 pengiriman kembali berkas Yus Sudarso dari Polres Binjai ke JPU II, Perwira, JPU meneliti kembali berkas, dan 17 September 2018 JPU membuat P-21," kata Kajari.

Lanjut Kajari, proses berlanjut tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti pada 25 September 2018. Lalu dilimpahkan ke PN tanggal 26 September 2018.

"Penetapan persidangan oleh Majelis Hakim tanggal 27 September 2018 yang menetapkan hari sidang Rabu 3 Oktober 2018. Lalu penanganan perkara JPU melakukan pratut dengan berpedoman SOP surat edaran Jaksa Agung RI nomor SE-013/A/JA/12/2011 tanggal 29 Desember 2011," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved