Kepala BNN: Tak Ada Daerah yang Tak Terkontaminasi, 2019 Canangkan Home Visit Tiap Kelurahan

Semua sama, setiap daerah tidak ada lagi yang tidak terkontaminasi narkotika. Sama semua sudah saat ini.

TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Binjai, AKBP Joko Susilo 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Bahaya laten bandar dan narkotika begitu menjadi momok mengerikan merusak generasi dan bangsa.

Di Kota Binjai, Sumatera Utara tak terkecuali menjadi daerah yang masuk daerah kritis terdampak langsung narkotika.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Binjai, AKBP Joko Susilo mengatakan bahwa semua daerah di Binjai, dari tingkat kelurahan hingga kecamatan sudah terkontaminasi narkotika.

Hal ini dibeberkannya saat ditanyai perbandingan peredaran narkotika di Binjai dibanding Deliserdang, tempat lama Joko Susilo Berdinas sebagai Kepala BNN Deliserdang.

"Semua sama, setiap daerah tidak ada lagi yang tidak terkontaminasi narkotika. Sama semua sudah saat ini," ungkap Joko di ruang kerjanya, Jalan Gatot Subroto, Senin (10/12/2018).

Informasi dihimpun tribun-medan.com, dari Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengatakan jalur laut merupakan jalur transportasi yang paling banyak digunakan menyelundupkan narkoba. Untuk Langkat, BNN pernah mengamankan anggota DPRD Langkat Partai NasDem, Ibrahim Hongkong, sebagai gembong 150 Kg dan 30 ribu ekatasi yang bermain di jalur perairan.

Peredaran narkotika jalur laut itu terjadi di seluruh dunia. Hal ini sesuai data United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang menyebut 80 persen penyeludupan narkoba menggunakan transportasi laut.

Untuk melawan dan memerangi narkotika, BNN Binjai akan mengantisiapasinya dengan beberapa program. Satu di antaranya adalah upaya mengajak dan menjadikan masyarakat sebagai relawan anti narkotika.

"Program ke depan, BNN Binjai akan turun langsung ke lingkungan-lingkungan se-Kota Binjai, kami akan merekrut dan mengajak masyarakat jadi relawan anti narkoba. Dengan tumbuhnya relawan yang direkrut secara otomatis akan berdampak mengasingkan para bandar, pengedar dan pecandu. Dengan begitu, tentu akan membuat tersisihnya para bandar, pengedar, dan pecandu dari sosial," jelas Joko Susilo.

Selain merekrut relawan anti narkoba, pada
2019 akan dibangun di setiap kelurahan menjadi Home Visit (Rumah Kunjungan). Dengan adanya Home Visit, BNN akan rutin menyambanginya untuk sosialisasi dan pengawasan, hingga penindakan narkotika.

"2019 ada rencana bikin Home Visit. Kami koordinasi dengan Pemko space ruang tiap kelurahan, dan akan datang berkala ke semua kelurahan. Saya berharap masyarakat tidak perlu takut, ragu dan malu bawa korban narkoba ke Home Visit itu," ujarnya.

"Tak hanya untuk penindakan, BNN ada menyiapkankan jasa dokter, psikolog untuk para korban narkotika. Rehabilitasinya akan bekerja sama pihak Dinkes dan RS Djoelham. Sehingga kita akan lebih efektif dan masyarakat mau turut serta," pungkasnya.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved