Duh, Cinta WN Nepal dengan Rosifah Terpaksa 'Dipisahkan' PN Medan

Man yang kini diadili oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan tak banyak berucap terkait perbuatannya memasuki wilayah Indonesia.

Duh, Cinta WN Nepal dengan Rosifah Terpaksa 'Dipisahkan' PN Medan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Warga Negara Nepal, Manbahadur jalani dakwaan terkait pelanggaran UU Imigrasi di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (11/12/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Raut kesedihan terpancar dari wajah Manbahadur Bisukarma (38) yang menjadi terdakwa lantaran memasuki wilayah Indonesia tanpa izin.

Man, yang merupakan warga negara Nepal ini masuk ke Indonesia lantaran panggilan hatinya ingin membangun rumah tangga dengan Rosifah.

Namun demikian, kisah cinta Manbahadur tampaknya mesti ditunda. Dirinya ditangkap petugas Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumut di Jalan Wahid Hasyim, Medan pada Jumat (21/9/2018) hingga ia pun terancam terpisah dengan Rosifah, wanita asal Percut Seituan yang dicintainya.

Man yang kini diadili oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan tak banyak berucap terkait perbuatannya memasuki wilayah Indonesia. Ia hanya mengakui perbuatannya sesuai dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho.

Chandra dalam dakwaannya mengatakan bahwa Manbahadur Bisukarma yang lahir di Gachiya Joda, Nepal ini melanggar peraturan keimigrasian.

"Perbuatan Terdakwa MANBAHADUR BISUKARMA sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 119 Ayat (1) atau Pasal 113 UU RI No. 6 Tahun 2011, tentang Keimigrasian," kata JPU Chandra pada sidang yang berlangsung Selasa (11/12/2018)

Sementara, selain dakwaan, JPU Chandra Priono Naibaho juga menghadirkan saksi ahli Kemenkumham Gindo Ginting dan Yasaaro Hulu yang menangkap Manbahadur. Keduanya dalam kesaksiannya mengatakan bahwa Manbahadur bersalah melanggar undang-undang keimigrasian.

"Jadi pak hakim. Kami dapat informasi dari intelijen Kemenkumham bahwa ada seseorang yang bekerja dalam proyek bangunan Apartemen di kawasan Wahid Hasyim. Infonya orang tersebut juga bisa pijat refleksi. Setelah ditelusuri bahwa ternyata orang itu adalah Manbahadur ini," terang Yasaaro Hulu.

Sementara, Gindo Ginting mengatakan bahwa perbuatan Manbahadur tersebut terancam pidana dan deportasi. Dia pun menyebutkan bahwa Manbahadur sementara waktu harus dicegat dari Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved