Jabat Kepsek dari Usia 24 Tahun, Eva Mugdhiyana Terapkan Strategi Jalin Keakraban Tim

kurang lebih selama hampir tujuh tahun dirinya sudah memimpin SMK TIK Darussalam Medan.

Jabat Kepsek dari Usia 24 Tahun, Eva Mugdhiyana Terapkan Strategi Jalin Keakraban Tim
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Eva Mugdhiyana S.Sos, Kepala SMK TIK Darussalam (periode 2012-2016, 2016-2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usianya memang baru menginjak 31 tahun, tapi Eva Mugdhiyana sudah dipercaya memegang jabatan sebagai Kepala Sekolah di SMK TIK Darussalam Medan.

Eva menuturkan, bahwa jabatan sebagai kepala sekolah itu bukanlah jabatan yang baru diembannya.

Jabatan itu sudah dipegangnya sejak dirinya berusia 24 tahun. Jadi kurang lebih selama hampir tujuh tahun dirinya sudah memimpin SMK TIK Darussalam Medan.

"Saya jadi kepala sekolah itu umur 24 tahun. Awalnya banyak yang tidak saya pahami, tapi saya berusaha mencari tahu lewat memperbanyak jaringan pertemanan, sosialisasi dengan teman-teman sejawat, dan berkunjung ke sekolah yang lebih unggul. Dari situ saya banyak belajar untuk pengembangan sekolah dan sekaligus juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang berguna nambah ilmu dan teman," ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa sore (11/12/2018).

Memegang tampuk pimpinan sekolah di usia yang masih muda, Eva mengakui awalnya banyak tantangan. Apa lagi tim dan guru-guru di sekolah itu rata-rata lebih senior darinya. Meski butuh proses yang cukup lama, Namun dia berhasil melewati tantangan itu. Saat ini dia bertekad untuk semakin memajukan sekolah SMK yang dipimpinnya.

"Tantangan dari tim karena Awal mulanya di tim itu saya paling muda. Jadi itu butuh proses lama untuk bisa memimpin mereka, karena saya dianggap masih adekan. Kemudian guru-guru, tidak semua seumuran dengan saya, rata-rata di atas saya. Jadi untuk masuk dan memahami pemikiran mereka itu butuh waktu, serta untuk bisa satu visi-misi itu sulit awalnya. Termasuk menghadapi siswa yang banyak mengeluh soal fasilitas sekolah yang masih terbatas awal mula sekolah berdiri," terangnya.

Untuk bisa menjadi pemimpin yang baik , dan dihargai oleh tim yang dikomandoi nya, ibu satu anak ini mengaku menerapkan sejumlah strategi untuk menjalin keakraban. Selain itu dirinya juga menggunakan koordinasi yang kontinue serta kegiatan kebersamaan untuk terus memupuk soliditas tim dan guru-guru yang dipimpinnya.

"Strategi mimpin tim, jika ada masalah biasanya saya buat briefing, saya ajak duduk bersama mencari solusi, begitu juga untuk setiap rencana program yang baru. Artinya koordinasi yang kontinue itu yang membuat kami dekat. Kemudian kalau setiap ada moment seperti habis UN, atau akreditasi biasanya ada selebrasi antar tim dan guru untuk menambah keakraban," ungkap Guru kelahiran 1987 ini.

Terkait prestasi, Eva juga memiliki sejumlah prestasi yang cukup membanggakan. Selain prestasi yang membawa kemajuan SMK TIK Darussalam yang dipimpinnya, dirinya juga pernah mengikuti ajang pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat SMK se Sumatera Utara dan mewakili kota Medan, meski akhirnya belum berhasil.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved