Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap Menangis Jalani Sidang Perdana

Bupati Non-Aktif Labuhanbatu Pangonal Harahap (49) menangis usai jalani sidang perdana agenda dakwaan

Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap Menangis Jalani Sidang Perdana
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Bupati Non-Aktif Pangonal Harahap jalani sidang perdana terkait fee proyek di Pengadilan Tipikor pada Negeri Medan, Kamis (13/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bupati Non-Aktif Labuhanbatu Pangonal Harahap (49) menangis usai jalani sidang perdana agenda dakwaan di Pengadilan Negeri Medan.

Tangis Pangonal pecah saat mencium pipi istri dan saudara-saudaranya.

Pangonal hadir di persidangan dengan didampingi istrinya Siti Awal Siregar, anak laki-lakinya dan keluarga besarnya.

Saat menunggu disidangkan, Pangonal duduk disebelah sang istri.

Sembari menunggu, keduanya memanfaatkan waktu luang tersebut untuk bercerita sedikit.

Pangonal yang seharusnya menjabat sebagai Bupati tahun 2021 ini, mengenakan kemeja batik menjalani sidang yang berlangsung di ruang Cakra Utama, Kamis (13/12/2018) pagi akibat kasus penerimaan fee proyek dari Direktur PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendi Syahputra alias Asiong yang merupakan mitra Pemkab dalam sejumlah proyek di Labuhanbatu.

Jalannya sidang, Pangonal yang duduk di kursi pesakitan banyak tertunduk mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dody Sukmono dari Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Dodi mendakwa Pangonal dengan Pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Sejak 2016 sampai 2018 bertempat di Labuhanbatu atau suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah Pengadilan Tipikor Medan, Pangonal Harahap menerima hadiah uang yang seluruhnya Rp 42.280.000.000, serta uang sejumlah SGD 218.000 dengan rincian pada tahun 2016 sejumlah Rp 12.480.000.000, pada tahun 2017 sejumlah Rp 12.300.000.000 dan pada tahun 2018 sejumlah Rp 17.500.000.000,00 dan pecahan dollar Singapura sejumlah SGD 218.000," ucap Dody.

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved