Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap Menangis Jalani Sidang Perdana

Bupati Non-Aktif Labuhanbatu Pangonal Harahap (49) menangis usai jalani sidang perdana agenda dakwaan

Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap Menangis Jalani Sidang Perdana
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Bupati Non-Aktif Pangonal Harahap jalani sidang perdana terkait fee proyek di Pengadilan Tipikor pada Negeri Medan, Kamis (13/12/2018) 

Lanjut Dody uang tersebut diserahkan Effendi Syahputra melalui melalui orang-orang kepercayaan Pangonal yaitu  H. Thamrin Ritonga, Umar Ritonga (Timses Pangonal), Baikandi Harahap (Anak) dan Abu Yazid Hasibuan yang merupakan adik Ipar Pangonal.

Selanjutnya Pangonal disebutkan JPU mengkoordinir pejabat-pejabat di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu untuk mematuhinya dan meminta agar perusahaan Asiong dimenangkan dalam proyek pekerjaan.

"Bahwa Terdakwa selaku Bupati Labuhan Batu bersama-sama dengan H. Thamrin Ritonga (berkas terpisah) dan Umar Ritonga (Buronan) mengetahui atau setidaknya patut menduga bahwa penerimaan uang yang seluruhnya sejumlah Rp42.280.000.000 dan uang sejumlah SGD218.000 dari Asiong merupakan fee proyek atas pemberian beberapa proyek pekerjaan di Kabupaten Labuhan Batu Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018," ucap Dody Sukmono.

JPU Dody Sukmono mengatakan bahwa penerimaan-penerimaan tersebut bertentangan dengan kewajiban Terdakwa selaku Penyelenggara Negara. 

Menanggapi itu, Hakim Ketua Irwan Effendi mempersilakan terdakwa untuk mengajukan eksepsi pada pekan depan. Irwan Effendi menanyakan pemahaman terdakwa Pangonal Harahap terhadap dakwaan yang disematkan JPU.

"Paham pak. Kami gak mengajukan eksepdi," ucap Pangonal, yang kemudian sidang ditutup oleh Majelis hakim hingga satu pekan kedepan.

Usai sidang, Dody Sukmono yang diburu wartawan mengatakan bahwa kemana uang tersebut akan mengalir akan diungkap di persidangan, termasuk uang yang disebut Pangonal Harahap digunakan untuk kampanye salah satu pasangan gubernur Sumatera Utara.

"Semuanya akan kita uji di persidangan. Karena Pangonal tidak mengajukan eksepsi maka sidang akan kita lanjutkan dengan pemeriksaan saksi terkait kasus PUPR tahun 2016 hingga 2018 ini," ucap Dodi.

"Semuanya akan kita uji kemana uang-uangnya," pungkas JPU.

Terpisah Pangonal Harahap tak mau berkomentar lebih lanjut.

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved