Satu Abad AH Nasution, Sejarawan: Jenderal Besar dengan Memori yang Dikecilkan

Namanya melegenda di kalangan militer. Dikenal ahli dalam strategi perang gerilya. Buku-buku karyanya menjadi referensi.

Satu Abad AH Nasution, Sejarawan: Jenderal Besar dengan Memori yang Dikecilkan
TRIBUN MEDAN/Nanda F Batubara
Seminar Nasional tentang Satu abad Jenderal Besar Abdul Haris (AH) Nasution di Panyabungan, Mandailing Natal, Kamis (13/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, MANDAILING NATAL - Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) menyelenggarakan Seminar Nasional tentang Satu abad Jenderal Besar Abdul Haris (AH) Nasution di Panyabungan, Mandailing Natal, Kamis (13/12/2018).

Pada acara yang dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, IKANAS mengundang sejarawan asal Universitas Negeri Medan (UNIMED), Ichwan Azhari.

Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial UNIMED itu mengatakan, AH. Nasution merupakan jenderal besar di republik ini.

Namanya melegenda di kalangan militer. Dikenal ahli dalam strategi perang gerilya. Buku-buku karyanya menjadi referensi ilmu kemiliteran. Tak hanya di dalam negeri. Nama besar AH Nasution juga dianggap harum di sejumlah negara-negara lainnya.

Namun pada seminar kali ini, Ichwan mengungkap sisi lain dari kisah jenderal kelahiran Kotanopan, Mandailing Natal, Sumut, 3 Desember 1918 itu.

Ichwan menyebut AH Nasution sebagai jenderal besar dengan memori yang dikecilkan.

"Abdul Haris Nasution adalah jenderal legendaris Indonesia yang legenda tentang dirinya dicemaskan banyak orang. Nyaris semua perjalanan karir militer, politik dan pemikirannya menghasilkan memori besar bangsa ini, tapi 'dianggap' bisa mengganggu konstruksi memori lain yang diciptakan atau tercipta selama ini. Walau ada juga memori tentang hidupnya yang dieksploitasi besar-besaran untuk suatu kepentingan bagi memori lain yang dibangun," kata Ichwan, Jumat (14/12/2018).

Sebagai wakil Jenderal Sudirman yang mengatur berbagai strategi pertempuran di Jawa, kata Ichwan, nama AH Nasution disenyapkan dalam narasi sejarah. Namanya tenggelam dalam legenda Jenderal Sudirman.

Ketika orang bicara tentang Bandung Lautan Api, di buku-buku pelajaran sejarah di sekolah, nama sang arsitek perang yang juga Pangdam Siliwangi ini juga lenyap.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved