Longsor di Tobasa

Kepala BPBD Tobasa Ungsikan 39 Warga Desa Holado Korban Longsor:Kalau Dianggap Perlu Kita RelokasI

Saat ini warga sekitar telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kalau dianggap perlu relokasi, akan kita pikirkan kemudian

Kepala BPBD Tobasa Ungsikan 39 Warga Desa Holado Korban Longsor:Kalau Dianggap Perlu Kita RelokasI
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menemui keluarga korban longsor di posko sekitar lokasi di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan Tobasa, Sabtu (15/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Hujan deras terus mengguyur Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), sejak kemarin pagi hingga malam hari.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi, sejumlah warga di Desa Halado, Kecamatan Pitu Pohan harus diungsikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa Herberth Pasaribu mengatakan, sebanyak 8 KK atau 39 jiwa penghuni 8 unit rumah di lokasi tersebut kini sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman, Sabtu (15/12/2018).

"Saat ini warga sekitar telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kalau dianggap perlu relokasi, akan kita pikirkan kemudian," katanya.

Sementara itu, kata Herbeth, untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan, petugas harus menggunakan 4 unit alat berat. Hasilnya, jalur baru berhasil dibuka pada pukul 18.00 WIB, kemarin.

Ia mengakui, cuaca ekstrem masih menjadi kendala di lokasi longsor, terutama dalam upaya pencarian korban. Bahkan, sambungnya, pergerakan tanah juga diketahui masih tetap ada.

Friska Tambunan Histeris Peluk Enam Peti Jenazah Keluarganya: Alusi Au Among, Inang, Ito

Petugas Kembali Temukan Jenazah Korban Longsor Desa Halado, Identitasnya Belum Diketahui

Alpen Menangis Ceritakan Kisah Longsor yang Renggut Orangtuanya, Sempat Lihat Ibunya Tertimpa Tembok

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Minta Petugas Temukan Korban Longsor Desa Halado Tobasa

"Bahkan kemarin, sampai 4 kali terjadi longsor susulan yang menimpa akses jalan. Sehingga tim kita harus bekerja dengan was-was dan terus memantau pergerakan tanah di atas bukit," terangnya.

Seperti diketahui, bencana tanah longsor di Desa Halado ini terjadi, pada Kamis (13/12/2018) dini hari. Material longsor menimbun 4 unit rumah dengan total 15 orang penghuni.

Pembahasan APBD 2019 Jalan di Tempat, Ketua DPRD Nilai Kinerja Sekda Pakpak Bharat Lamban

Perusahaan Ini Berikan Uang Rp 1,4 Miliar untuk Orang yang Sanggup Hidup Tanpa Gadget Setahun

Akhir Desember 298 ASN Terpidana Korupsi Tak Lagi Berstatus PNS, Tak Terima Gaji atau Uang Pensiun

PLN Siapkan 152 Genset dan 49 Trafo untuk Perlancar Ibadah Natal dan Tahun Baru 2018

Akibatnya 8 orang ditemukan meninggal dunia, 5 orang selamat, dan 2 orang hilang. Hingga kini petugas masih melakukan pencarian terhadap 2 korban.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, 1 korban telah berhasil ditemukan, dan sudah dibawa ke rumah sakit.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved