BBH UISU : Masalah Kotak Suara Agar Tidak Dipolitisasi

Sejumlah kalangan menilai penggunaan kotak suara karton atau kardus pada pemilu 2019, tidak tahan lama dan rawan kecurangan

BBH UISU : Masalah Kotak Suara Agar Tidak Dipolitisasi
Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya
Seorang pekerja hendak menurunkan logistik kotak suara berbahan karton/kardus dari dalam truk menuju gudang yang disewa KPUD Dairi, di Jalan Palapa, Sidikalang beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Permasalahan kotak suara menyeruak ahir-akhir ini. Sejumlah kalangan menilai penggunaan kotak suara karton atau kardus pada pemilu 2019, tidak tahan lama dan rawan kecurangan.

Sebuah lembaga pemantau pemilu, Biro Bantuan Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (BBH UISU) melalui Sekretarisnya, Panca Sarja Putera, mengemukakan agar jangan ada politisasi masalah kotak suara.

Panca menegaskan semua aturan tentang kotak suara telah dimuat di dalam PKPU.

"Ini untuk alasan penghematan, KPU saya kira telah menjamin bahan yang dipakai itu tahan dari air dan aman digunakan," ujar Panca melalui jaringan selular, Senin (17/12/2018).

Menurut Panca penggunaan kotak suara berbahan karton telah digunakan pada pemilu sebelumnya.

"Dahulu tidak ada problem kok, ini masalahnya iangan dipolitisir ke kanan dan ke kiri," katanya.

Prinsip yang harus dipegang, ujar Panca selama proses penyelenggaraan pemilu yakni mengawal suara agar tidak ada kecurangan.

"Esensinya yaitu mengawal suara rakyat, bukan mempermasalahkan itu aluminium atau kardus," ungkapnya.

 Sementara itu Pengamat Sosial dan Politik dari Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin menjelaskan, kotak suara berbahan aluminium memang lebih safety, namun memiliki biaya perawatan yang lebih tinggi.

Halaman
123
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved